Featured Post Today
print this page
Latest Post

Konta Incar Peringkat Satu Dunia

Taklukkan Wozniacki di Final Miami Terbuka

 MIAMI – Johanna Konta memenangi gelar terbesar dalam kariernya ketika dia mengalahkan Caroline Wozniacki dalam babak final turnamen tenis Miami Terbuka, Sabtu (1/4).

Unggulan ke-10 asal Inggris itu mengembangkan permainan agresif untuk mengatasi unggulan ke-12 asal Denmark di lapangan keras Crandon Park. Konta mengunci kemenangan dengan pukulan lob sempurna untuk mendapatkan gelar keduanya pada tahun ini, setelah menang di Sydney pada Januari 2017.

Setelah sukses menjadi juara Miami Terbuka, Johanna Konta optimistis memasang target sebagai ratu tenis dunia. Petenis Inggris itu tak akan terburu-buru untuk mencapainya. Bermain di Tennis Center at Crandon Park, Minggu (2/4) dini hari WIB, Konta menjadi juara usai mengalahkan petenis Denmark, Caroline Wozniacki, dua set langsung 6-4, 6- 3.

Laga itu bergulir 96 menit. Petenis 25 tahun itu berhak membawa pulang hadiah senilai 940 ribu poundsterling. Awal pekan ini dia juga bakal mendaki ke urutan ketujuh WTA(Asosiasi Tenis Wanita). Konta menunjukkan laju yang cukup bagus dengan peringkat itu. Sebagai gambaran dia menduduki urutan 146 dunia pada Juni 2015.

Kini, dia pun optimistis membidik peringkat pertama dunia. ”Saya sudah meyakininya sejak masih kecil. Saya harus menjadi petenis terbaik di dunia. Saya tahu akan banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan mulai saat ini sampai nanti,” kata Konta.

”Perjalanan masing-masing petenis berbeda. Saya butuh waktu lebih panjang dan lebih banyak pengalaman untuk mengumpulkan pengetahuan yang diperlukan dalam pertandingan- pertandingan yang saya jalani. Saya memainkan tenis yang cerdas dan penuh ketenangan. Saya cuma butuh waktu. Di atas kertas seolah-olah semua terjadi dalam waktu yang singkat padahal sangat lama,” ucap dia. (rtr,A4-32)
 

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/konta-incar-peringkat-satu-dunia/
Sumber : Suara Merdeka | Senin, 3 April 2017
0 komentar

Juarai MotoGP Qatar, Vinales Kian Pede Tatap Juara Dunia

Bola.com, Losail - Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, kian percaya diri dalam mengejar target menjadi juara dunia MotoGP 2017. Kemenangan pada balapan MotoGP Qatar, 26 Maret 2017, membuat Vinales kian termotivasi.

"Jika Anda memiliki motor yamaha, targetnya adalah mencoba dan memenangi gelar juara dunia," ungkap Vinales seperti dikutip Bike Sport News, setelah balapan.

Target juara sebenarnya sudah dilontarkan Vinales sebelum balapan perdana MotoGP 2017 dimulai. Namun, saat itu, dia belum berani sesumbar karena masih tak yakin hasil impresif pada saat tes pramusim bisa berlanjut ke balapan.

Pada balapan MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Vinales membuktikan performa impresifnya pada saat tes pramusim bukan kebetulan. Dia tampil impresif dengan mengungguli pebalap senior macam Andrea Dovizioo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

Sempat tergusur ke posisi kelima selepas start, pebalap asal Spanyol berusia 22 tahun itu mampu menyodok ke posisi depan. Vinales menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 38 menit 59,999 detik.

Kemenangan ini membuat mantan pebalap Suzuki itu menatap optimis balapan MotoGP seri berikutnya di Argentina. Kemampuan Vinales kembali diuji pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 9 April 2017.

"Saya merasa lebih lepas. Setelah mendominasi tes pramusim dan tiba di sini dengan mental untuk menang, saya mendapatkan tekanan untuk menang, dan akhirnya mampu mewujudkannya, saya sangat puas. Saya sangat termotivasi untuk pergi ke Argentina," kata Maverick Vinales.
0 komentar

Marcus/Kevin Wakili Indonesia pada Final All England 2017

BIRMINGHAM, JUARA.net - Pasangan ganda putra nasional, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan mewakili Indonesia pada babak final All England 2017. Marcus/Kevin meraih tiket ke final setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di Barclaycard Arena, Birmingham, Sabtu (11/3/2017).

Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam sembilan menit itu, Marcus/Kevin meraih kemenangan rubber game (19-21, 21-13, 21-17). Kedua pasangan menampilkan permainan menarik sepanjang gim pertama. Mereka sama-sama tampil apik dan saling kejar dalam pengumpulan poin. Marcus/Kevin sempat memetik keunggulan 10-7 atas Conrad-Peterson/Kolding. 

Namun, keadaan berubah pasca-interval. Conrad-Petersen/Kolding memberikan perlawanan sengit. Kondisi itu memaksa pasangan Indonesia menelan kekalahan pada gim pertama. Kekalahan pada gim pertama seolah memberikan suntikan motivasi bagi Marcus/Kevin. 

Kedua pemain mencoba bangkit pada gim kedua. Sempat tertinggal 0-4, Marcus/Kevin kemudian tampil impresif pasca-interval. Mereka berhasil memaksakan rubber game. Pada gim ketiga, pertandingan berjalan menegangkan. 

Kedua pasangan bermain ngotot untuk meraih tiket ke partai pamungkas. Sepanjang pertandingan gim ketiga, perbedaan poin di antara kedua pasangan selalu tipis. Meski demikian, Marcus/Kevin memiliki konsentrasi yang lebih baik. Menjelang akhir gim ketiga, mereka sukses melancarkan penetrasi dan menuntaskan laga untuk mendapatkan kemenangan.

Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/3/2017), Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan unggulan keenam asal China, Li Junhui/Liu Yuchen.

Li/Liu melangkah ke babak final setelah menaklukkan rekan senegara, Liu Cheng/Zhang Nan, dengan 21-18, 21-14. 

Sumber : http://www.juara.net/read/raket/bulu-tangkis/171593-marcuskevin.wakili.indonesia.pada.final.all.england.2017
0 komentar

4 Faktor Kunci Arema Sukses Menjadi Juara Piala Presiden 2017

Bola.com, Bogor - Arema FC sukses menjadi juara Piala Presiden 2017 setelah menang telak atas Pusamania Borneo FC dengan skor 5-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab. Bogor, Minggu (12/3/2017).
Gol-gol Tim Singo Edan dilesakkan Hanif Syahbandi (30’), bunuh diri Michael Orah (40’), serta hattrick Cristian Gonzales (45’, 53’, 64’). Sementara itu, satu-satunya gol Tim Pesut Etam dicetak oleh Firly Apriansyah pada menit 64.
Kemenangan ini mempertegas dominasi Kera-kera Ngalam di Piala Presiden 2017. Di fase semifinal leg kedua tim asuhan Aji Santoso juga sempat menang telak 5-2 atas Semen Padang.
Kekalahan Borneo FC terasa menjadi antiklimaks, setelah sebelumnya klub asuhan Ricky Nelson menyingkirkan juara bertahan Persib Bandung lewat drama adu penalti 5-3.
Semenjak fase penyisihan Arema terlihat mendominasi. Esteban Vizcarra cs. jadi juara grup 2 dengan rekor menyakinkan. Sukses Arema pun mempertegas kalau mereka tim yang amat luar biasa saat tampil di sebuah turnamen.
Mereka jadi jawara Piala Gubernur Jatim 2013, Trofeo Persija 2013 dan 2015,  SCM Cup 2015, Piala Menpora 2013, Inter Island Cup 2014, Bali Island Cup 2015 serta 2016, dan Bhayangkara Cup 2016.
Gelar juara Piala Presiden 2017 menjadi awal yang baik bagi Aji Santoso, yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Milomir Seslija. Sang legenda hidup Singo Edan diharapkan bisa mengantarkan Arema jadi juara kompetisi kasta elite musim 2017 ini.
Terakhir Arema FC jadi kampiun kompetisi pada musim 2009-2010.
Bola.com mencatat ada beberapa faktor kunci yang mempermulus langkah Arema FC menjadi juara turnamen pramusim menyongsong Liga 1 2017. Apa-apa saja?
1. Cristian Gonzales Menggila
Arema FC melakukan peremajaan skuat di awal musim 2017. Tim Singo Edan banyak menyingkirkan pemain senior dan menggantikannya dengan darah muda.
Namun, sosok Cristian Gonzales tidak masuk dalam daftar buang Arema, walau usianya sudah memasuki 40 tahun. Aji Santoso punya alasan mempertahankan El Loco.
Ia melihat walau gaek Gonzales, masih bisa menunjukkan level permainan terbaik. Di ajang Torabika Soccer Championship 2016, pemain naturalisasi berdarah Uruguay tersebut jadi top scorer tim dengan koleksi 15 gol.
Aji melihat Gonzales masih amat dibutuhkan oleh tim asuhannya. Keputusan tersebut terbukti tepat. Penampilan El Loco meroket. Ia menyumbang 11 gol buat timnya, sekaligus mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2017.
2. Perjudian Berharga Mahal Pusamania Borneo FC
Pelatih Pusamania Borneo FC, Ricky Nelson, secara berani menerapkan permainan ofensif saat menjajal Arema FC di laga puncak Piala Presiden 2017. Ia terlihat yakin para pemain muda yang dimilikinya bakal tampil trengginas mengimbangi permainan Arema.
Sayangnya, keputusan Ricky bermain terbuka membuat lini pertahanan Tim Pesut Etam rentan saat diserang balik oleh Tim Singo Edan.
Kuartet lini belakang Borneo FC, Diego Michiels, Dirkir Kohn Glay, Kunihiro Yamashita, Michael Orah, berulangkali dibuat pontang-panting menghadapi skema satu dua pemain-pemain depan Arema.
Apalagi kemudian Yamashita ditarik keluar karena cedera. Jadilah lini pertahanan Pesut Etam lebih mudah ditembus.
Tertinggal 3-0 pada babak pertama Pusamania Borneo FC kian mempertinggi intensitas serangan. Sayangnya saat Asri Akbar dkk. bermain lebih menekan lini pertahanan makin keropos.
3. Mental Juara Singo Edan
Arema FC dikenal sebagai tim spesialis juara di sejumlah turnamen. Terakhir pada edisi 2016 lalu Beny Wahyudi cs. memenangi gelar Bali Island Cup dan Bhayangkara Cup.
Para pemain Arema terbiasa menghadapi tekanan laga puncak. Mereka selalu terlihat tenang menghadapi lawan-lawan di pertandingan krusial penentu gelar juara.
Hal ini terlihat tidak berubah sedikit pun ketika Arema banyak melakukan perombakan pemain. Para pemain pendatang baru yang rata-rata berusia muda terlihat bisa menutupi lubang yang ditinggalkan pilar senior yang hengkang.
Aji tak sepenuhnya menyingkirkan semua pemain senior. Di skuat Kera-kera Ngalam masih tersisa pemain-pemain matang pengalaman seperti Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra, Kurnia Meiga, serta Beny Wahyudi.
Mereka dihadirkan untuk menularkan virus kepercayaan diri ke para young guns.
4. Dukungan Berlimpah Aremania
Tak bisa dimungkiri kehadiran kelompok suporter Aremania yang mendominasi tribune penonton Stadion Pakansari, Cibinong, meningkatkan kepercayaan diri para pemain Arema.
Pasukan Singo Edan amat percaya diri menghadapi laga sarat tekanan kontra Pusamania Borneo FC. Nyanyian Aremania sepanjang laga memompa semangat mereka untuk memberi yang terbaik di lapangan.
Beda halnya dengan Tim Pesut Etam. Dihuni mayoritas pemain belia minim jam terbang laga tensi tinggi, Pusamania Borneo FC, mereka kekurangan sokongan kelompok suporter, Pusamania.
Walau begitu penampilan mereka tetap layak disaluti. Tidak diunggulkan oleh banyak pengamat, klub milik pengusaha muda Nabil Husein menjelma menjadi kekuatan menakutkan di sepanjang turnamen.
Sumber :
http://www.bola.com/indonesia/read/2883830/4-faktor-kunci-arema-sukses-menjadi-juara-piala-presiden-2017
0 komentar

Juara Australia Terbuka 2017, Federer Ingin Berbagi Gelar dengan Nadal

JawaPos.com - Drama menegangkan tersaji di Rod Laver Arena, pada Minggu (29/1). Mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer, menang atas seteru abadinya, Rafael Nadal, lewat pertarungan sengit lima set 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3, demi merebut gelar kelima di Australia Terbuka sekaligus titel Grand Slam yang ke-18 selama kariernya.

Raut gembira terpancar dari wajah petenis Swiss berusia 35 tahun tersebut usai duel klasik dengan teman sekaligus rivalnya. Bagaimana tidak, sudah lama Federer menantikan bisa menghapus dahaga meraih titel Australia Terbuka sejak terakhir meraihnya pada 2010 silam. Sementara, terakhir kali dia menjuarai seri Grand Slam adalah pada 2012 kala memenangi Wimbledon.

"Saya sulit berkata-kata. Saya ucapkan selamat kepada Rafa untuk comeback luar biasa. Saya rasa di antara kami tak ada yang mengira bisa tampil di final beberapa bulan lalu. Namun, kami berdiri di sini.

Federer, yang akan naik ke ranking 10 dunia berkat gelar ini, mampu meraih kemenangan perdana atas Nadal dari empat pertemuan di Australia Terbuka. Ini juga menjadi kemenangan ketiganya di final Grand Slam dari 9 pertemuan melawan petenis Spanyol itu.

Selain itu, kemenangan juga memutus rentetan enam kekalahan beruntun Federer atas Nadal di pertandingan Grand Slam. Sebelumnya, Federer terakhir kali menang atas rival abadinya itu pada final Wimbledon 2007.

Sebuah penghapus dahaga yang memang layak dirayakan Federer dengan sukacita. Kini, dia menyandang status sebagai orang pertama yang mampu memenangi lima gelar atau lebih dalam tiga seri Grand Slam.

Meski begitu, sikap rendah hati Federer tetap tak memudar. Bahkan, dia tetap memuji Nadal di tengah euforia juara yang baru direngkuhnya. "Tenis olahraga sulit, tak ada hasil imbang. Tapi jika memungkinkan, saya akan senang berbagi gelar dengan Rafa (Nadal, Red) pada malam ini," ucap Federer jelang acara penyerahan trofi Norman Brookes Challenge Cup.

"Perlahan saya akan meredup. Karenanya, kemenangan ini menjadi milestone dalam karier saya," imbuh petenis kelahiran Basel, Swiss, pada 8 Agustus 1981 ini.

Di balik rivalitas yang kental selama bertahun-tahun sejak 2004, Federer dan Nadal memang saling menjunjung tinggi rasa hormat satu sama lain. Dengan usia yang lebih tua lima tahun, Federer berharap Nadal masih meneruskan kiprahnya di pentas tenis dunia. Sebuah indikasi bahwa Federer sudah mulai mempersiapkan masa pensiun dalam aktu dekat.

"Tolong tetaplah bermain Rafa. Tenis membutuhkanmu. Tetaplah melakukan apa yang perlu kamu lakukan," harap Federer.

Nadal sendiri menyambut tantangan Federer dengan mengisyaratkan masih akan terus berjuang meraih gelar demi gelar. "Pertandingan hebat. Saya menikmatinya. Saya bertarung demi merebut trofi. Tapi mungkin Roger sedikit lebih pantas (menjadi juara) ketimbang saya. Saya hanya perlu terus berusaha ke depannya," bilang petenis Spanyol berusia 30 tahun itu. (ira/JPG)

Sumber : 
http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105832/juara-australia-terbuka-2017-federer-ingin-berbagi-gelar-dengan-nadal
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SANG JUARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger