Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Juara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juara. Tampilkan semua postingan

Rodgers Bahagia Celtic Juara Liga Skotlandia dengan Meyakinkan

REPUBLIKA.CO.ID, CELTIC -- Glasgow Celtic jadi juara Liga Skotlandia dengan rekor luar biasa. Mengumpulkan 86 angka dari 30 laga, Celtic juara dengan menyisakan delapan pertandingan.
Raihan poin mereka terpaut jauh meninggalkan Aberdeen di peringkat kedua yang punya 61 angka. Sosok pelatih Brendan Rodgers pun banyak dipuji karena bisa mengantarkan Celtic jadi juara. Meskipun, dia baru melatih the Hoops delapan bulan yang lalu.
Eks pelatih Liverpool ini pun bahagia dengan pencapaiannya. Rodgers menegaskan, dia akan menetap lama di Celtic.
"Saya akan di sini untuk waktu yang lama. Kami punya pasukan muda yang akan semakin kuat, dan saya akan bersama mereka di sini," kata Rodgers dikutip dari ESPN, Senin (3/4).
Rodgers mengatakan, Celtic saat ini dalam trek yang benar. Berpeluang meraih treble winners di level lokal, Rodgers yakin the Hoops siap untuk bermain lebih di kancah Eropa musim depan.
"Tidak tempat lain yang lebih baik. Kami bahagia dalam karier dan kehidupan pribadi. Tempat ini adalah yang paling tepat," ujarnya.

Sumber :
http://bola.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-dunia/17/04/04/onuy3n348-rodgers-bahagia-celtic-juara-liga-skotlandia-dengan-meyakinkan
0 komentar

Juara Miami Terbuka, Federer Lanjutkan Dominasi atas Nadal

JawaPos.com - Petenis gaek asal Swiss, Roger Federer, melanjutkan dominasinya di lapangan keras atas seteru abadinya, Rafael Nadal. Pada final Miami Terbuka 2017 di Crandon Park, Senin (3/4) dini hari WIB, Federer meraih titel juara usai menang dua set (6-3, 6-4).

Set pertama berlangsung ketat sampai pada game kedelapan dan break point kesepuluh ketika bola pengembalian Nadal membentur net. Federer kemudian dengan mudah merebut game berikutnya untuk memenangi set pertama 6-3.

Gaya bermain Federer dan Nadal memang kontras. Perbedaan corak permainan keduanya kian menyolok pada pertemuan kali ini. Set kedua tak kalah kerasnya sampai Federer kemudian menutup set ini dengan kemenangan 6-4.

Bagi Federer, ini menjadi gelar ke-91 di level tour. Gelar juara juga mendongkrak posisi Federer menuju ranking keempat ATP pada Senin (3/4). "Saya naik peringkat dan hanya ingin tetap sehat. Ketika sehat, saya merasa baik, dan mampu memproduksi permainan tenis seperti hari ini," ujar Federer kepada ESPN.
Sejak kembali ke lapangan setelah enam bulan absen karena cedera, petenis berusia 35 tahun itu juga telah menjuarai Australia Terbuka dan Indian Wells untuk mendominasi ATP Tour.

Pada April hingga Mei mendatang, Federer memilih absen menjalani seri lapangan tanah liat dan fokus menatap Grand Slam Prancis Terbuka alias Roland Garros yang akan dimulai pada 28 Mei mendatang. "Saya akan beristirahat dan fokus menghadapi Roland Garros. Seri lapangan rumput dan keras setelahnya adalah yang terbaik buat saya. Akan sangat menyenangkan kembali menjadi nomor 1, tapi itu jalan yang masih panjang," imbuh Federer.

Federer telah mengalahkan Nadal pada semua turnamen tahun ini dan sudah memenangi empat pertemuan terakhir. Sementara, Nadal bermain pada final kelimanya di Miami, tapi tetap belum mampu meraih gelar juara. Nadal masih memimpin rekor pertemuan dengan Federer 23-14 berkat keunggulan di lapangan tanah liat. Tapi, Federer kini memimpin 10-9 di lapangan keras.

"Saya merasa cukup dekat untuk memenangi set pertama. Sayang, ini bukan hari saya. Memang benar bahwa ketika seseorang datang dengan situasi dinamis seperti dia, semuanya akan berpihak kepada Anda," sesal Nadal. (ira/JPG)

Sumber : 
http://www.jawapos.com/read/2017/04/03/120585/juara-miami-terbuka-federer-lanjutkan-dominasi-atas-nadal
0 komentar

Juarai MotoGP Qatar, Vinales Kian Pede Tatap Juara Dunia

Bola.com, Losail - Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, kian percaya diri dalam mengejar target menjadi juara dunia MotoGP 2017. Kemenangan pada balapan MotoGP Qatar, 26 Maret 2017, membuat Vinales kian termotivasi.

"Jika Anda memiliki motor yamaha, targetnya adalah mencoba dan memenangi gelar juara dunia," ungkap Vinales seperti dikutip Bike Sport News, setelah balapan.

Target juara sebenarnya sudah dilontarkan Vinales sebelum balapan perdana MotoGP 2017 dimulai. Namun, saat itu, dia belum berani sesumbar karena masih tak yakin hasil impresif pada saat tes pramusim bisa berlanjut ke balapan.

Pada balapan MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Vinales membuktikan performa impresifnya pada saat tes pramusim bukan kebetulan. Dia tampil impresif dengan mengungguli pebalap senior macam Andrea Dovizioo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

Sempat tergusur ke posisi kelima selepas start, pebalap asal Spanyol berusia 22 tahun itu mampu menyodok ke posisi depan. Vinales menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 38 menit 59,999 detik.

Kemenangan ini membuat mantan pebalap Suzuki itu menatap optimis balapan MotoGP seri berikutnya di Argentina. Kemampuan Vinales kembali diuji pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 9 April 2017.

"Saya merasa lebih lepas. Setelah mendominasi tes pramusim dan tiba di sini dengan mental untuk menang, saya mendapatkan tekanan untuk menang, dan akhirnya mampu mewujudkannya, saya sangat puas. Saya sangat termotivasi untuk pergi ke Argentina," kata Maverick Vinales.
0 komentar

Marcus/Kevin Wakili Indonesia pada Final All England 2017

BIRMINGHAM, JUARA.net - Pasangan ganda putra nasional, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan mewakili Indonesia pada babak final All England 2017. Marcus/Kevin meraih tiket ke final setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di Barclaycard Arena, Birmingham, Sabtu (11/3/2017).

Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam sembilan menit itu, Marcus/Kevin meraih kemenangan rubber game (19-21, 21-13, 21-17). Kedua pasangan menampilkan permainan menarik sepanjang gim pertama. Mereka sama-sama tampil apik dan saling kejar dalam pengumpulan poin. Marcus/Kevin sempat memetik keunggulan 10-7 atas Conrad-Peterson/Kolding. 

Namun, keadaan berubah pasca-interval. Conrad-Petersen/Kolding memberikan perlawanan sengit. Kondisi itu memaksa pasangan Indonesia menelan kekalahan pada gim pertama. Kekalahan pada gim pertama seolah memberikan suntikan motivasi bagi Marcus/Kevin. 

Kedua pemain mencoba bangkit pada gim kedua. Sempat tertinggal 0-4, Marcus/Kevin kemudian tampil impresif pasca-interval. Mereka berhasil memaksakan rubber game. Pada gim ketiga, pertandingan berjalan menegangkan. 

Kedua pasangan bermain ngotot untuk meraih tiket ke partai pamungkas. Sepanjang pertandingan gim ketiga, perbedaan poin di antara kedua pasangan selalu tipis. Meski demikian, Marcus/Kevin memiliki konsentrasi yang lebih baik. Menjelang akhir gim ketiga, mereka sukses melancarkan penetrasi dan menuntaskan laga untuk mendapatkan kemenangan.

Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/3/2017), Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan unggulan keenam asal China, Li Junhui/Liu Yuchen.

Li/Liu melangkah ke babak final setelah menaklukkan rekan senegara, Liu Cheng/Zhang Nan, dengan 21-18, 21-14. 

Sumber : http://www.juara.net/read/raket/bulu-tangkis/171593-marcuskevin.wakili.indonesia.pada.final.all.england.2017
0 komentar

Juara Australia Terbuka 2017, Federer Ingin Berbagi Gelar dengan Nadal

JawaPos.com - Drama menegangkan tersaji di Rod Laver Arena, pada Minggu (29/1). Mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer, menang atas seteru abadinya, Rafael Nadal, lewat pertarungan sengit lima set 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3, demi merebut gelar kelima di Australia Terbuka sekaligus titel Grand Slam yang ke-18 selama kariernya.

Raut gembira terpancar dari wajah petenis Swiss berusia 35 tahun tersebut usai duel klasik dengan teman sekaligus rivalnya. Bagaimana tidak, sudah lama Federer menantikan bisa menghapus dahaga meraih titel Australia Terbuka sejak terakhir meraihnya pada 2010 silam. Sementara, terakhir kali dia menjuarai seri Grand Slam adalah pada 2012 kala memenangi Wimbledon.

"Saya sulit berkata-kata. Saya ucapkan selamat kepada Rafa untuk comeback luar biasa. Saya rasa di antara kami tak ada yang mengira bisa tampil di final beberapa bulan lalu. Namun, kami berdiri di sini.

Federer, yang akan naik ke ranking 10 dunia berkat gelar ini, mampu meraih kemenangan perdana atas Nadal dari empat pertemuan di Australia Terbuka. Ini juga menjadi kemenangan ketiganya di final Grand Slam dari 9 pertemuan melawan petenis Spanyol itu.

Selain itu, kemenangan juga memutus rentetan enam kekalahan beruntun Federer atas Nadal di pertandingan Grand Slam. Sebelumnya, Federer terakhir kali menang atas rival abadinya itu pada final Wimbledon 2007.

Sebuah penghapus dahaga yang memang layak dirayakan Federer dengan sukacita. Kini, dia menyandang status sebagai orang pertama yang mampu memenangi lima gelar atau lebih dalam tiga seri Grand Slam.

Meski begitu, sikap rendah hati Federer tetap tak memudar. Bahkan, dia tetap memuji Nadal di tengah euforia juara yang baru direngkuhnya. "Tenis olahraga sulit, tak ada hasil imbang. Tapi jika memungkinkan, saya akan senang berbagi gelar dengan Rafa (Nadal, Red) pada malam ini," ucap Federer jelang acara penyerahan trofi Norman Brookes Challenge Cup.

"Perlahan saya akan meredup. Karenanya, kemenangan ini menjadi milestone dalam karier saya," imbuh petenis kelahiran Basel, Swiss, pada 8 Agustus 1981 ini.

Di balik rivalitas yang kental selama bertahun-tahun sejak 2004, Federer dan Nadal memang saling menjunjung tinggi rasa hormat satu sama lain. Dengan usia yang lebih tua lima tahun, Federer berharap Nadal masih meneruskan kiprahnya di pentas tenis dunia. Sebuah indikasi bahwa Federer sudah mulai mempersiapkan masa pensiun dalam aktu dekat.

"Tolong tetaplah bermain Rafa. Tenis membutuhkanmu. Tetaplah melakukan apa yang perlu kamu lakukan," harap Federer.

Nadal sendiri menyambut tantangan Federer dengan mengisyaratkan masih akan terus berjuang meraih gelar demi gelar. "Pertandingan hebat. Saya menikmatinya. Saya bertarung demi merebut trofi. Tapi mungkin Roger sedikit lebih pantas (menjadi juara) ketimbang saya. Saya hanya perlu terus berusaha ke depannya," bilang petenis Spanyol berusia 30 tahun itu. (ira/JPG)

Sumber : 
http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105832/juara-australia-terbuka-2017-federer-ingin-berbagi-gelar-dengan-nadal
0 komentar

Nico Rosberg Juara Dunia F1 2016

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Pembalap tim Mercedes, Nico Rosberg menjadi juara dunia Formula One (F1) musim balap 2016. Raihan gelar juara dunia dipastikan pembalap asal Jerman setelah finis kedua pada balapan di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Ahad (27/11). Rekan setim Rosberg, Lewis Hamilton berada di posisi kedua klasemen pembalap F1 meski berhasil finis tercepat pada balapan malam ini. Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel meraih podium ketiga.

Start dari posisi kedua di belakang Hamilton, Rosberg hanya membutuhkan finis di posisi tiga besar untuk mempertahankan posisi puncak klasemen pembalap F1. Hamilton yang memimpin sejak awal balapan telah mengeluarkan segala kemampuannya dalam balapan kali ini. Namun, konsistensi Rosberg untuk mempertahankan posisi kedua dan finis hanya 1,6 detik di belakang Hamilton membuatnya menjadi juara dunia F1 tahun ini.

Ini adalah gelar juara dunia pertama bagi Rosberg. Ia menjadi pembalap Jerman ketiga setelah Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang berhasil menjadi juara dunia F1. Pada 1982, ayah Rosberg, Kek Rosberg juga pernah menjadi juara dunia F1 pada 1982.

Sumber : Reuters

http://www.republika.co.id/berita/olahraga/pit-stop/16/11/27/ohb384409-nico-rosberg-juara-dunia-f1-2016
0 komentar

Juara GP Valencia, Jorge Lorenzo Beri Kado Perpisahan

Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo menepati janjinya untuk memberikan raihan terbaik dalam balapan terakhirnya bersama Movistar Yamaha. Memulai dari posisi pole, Lorenzo dengan nyaman memimpin balapan hingga garis finis dan akhirnya memenangi GP Valencia, Minggu (13/11).

Pebalap Repsol Honda dan sekaligus juara dunia 2016, Marc Marquez, berada di podium dua sementara Andrea Iannone di podium tiga.

Iannone yang musim depan akan menjadi pebalap Suzuki juga memberikan kado perpisahan berupa balapan yang brilian dan podium bagi Ducati. Seusai balapan, Iannone pun berkaca-kaca, dan mengatakan bahwa balapan itu sangat sukar terutama dalam kondisinya yang belum sepenuhnya pulih dari cedera parah.

Rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, berada di tempat keempat. Rossi sempat terlibat pertarungan yang ketat di berbagai putaran dengan Iannone. Di dua putaran jelang garis finis, Rossi juga sempat kembali menyalip Iannone sebelum tempatnya kembali diambil alih oleh kompatriotnya.

Calon rekan setim Rossi, Maverick Vinales, sempat berada di tempat ketiga di awal balapan, tapi pada akhirnya menduduki tempat kelima.

Balapan yang brilian juga ditunjukkan oleh Marc Marquez. Sempat mengalami masalah pada start dan kemudian tercecer ke posisi lima, Marquez berhasil mengambil alih posisi dua dari tangan Iannone di putaran ke-20.

Marquez terbantu oleh strategi pemilihan ban tipe keras. Ketika bannya telah dipanaskan selama setengah balapan, Marquez mendapatkan kecepatan yang bagus dan langsung unggul jauh usai menyalip Iannone.

Marquez sempat memperkecil selisih dengan Lorenzo, tapi pada akhirnya keunggulan Lorenzo terlalu jauh untuk dikekjar.

Susunan lima besar GP Valencia:
1. Jorge Lorenzo
2. Marc Marquez
3. Andrea Iannone
4. Valentino Rossi
5. Maverick Vinales (vws)
0 komentar

Dovizioso Juara di Sepang, Rossi Jadi Runner-up Musim Ini

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Ducati asal Italia, Andrea Dovizioso, berhasil memenangi balapan MotoGP di Sirkuit Sepang, Minggu siang. Kesuksesan dia sekaligus membuat MotoGP musim ini mencetak sejarah baru dengan menghadirkan sembilan juara berbeda.

Balapan ini sudah sedikit kehilangan gregetnya karena gelar juara dunia sudah direbut Marc Marquez. Dalam lomba ini, Marquez gagal finis di 10 besar karena terjatuh. Ia melorot ke urutan ke-15 setelah terjaduh dan akhirnya hanya finis di urutan 11. Selain Marquez, dua pembalap juga sempat terjatuh, yakni Cal Crutchlow, juara seri sebelumnya, serta Andrea Iannone.

Dovizioso akhirnya bisa finis terdepan setelah menyalip Valentino Rossi di lap ke-14. Rossi sendiri finis di urutan kedua, disusul Joege Lorenzo.

Keberhasilan finis kedua di Sepang memastikan Rossi jadi runner-up musim ini, dengan nilai 236, atau terpaut 42 dari Marquez. Dengan satu seri tersisa, nilai Rossi tak mungkin lagi dikejar oleh Lorenzo yang tertinggal 28 poin.

Dovizioso naik ke posisi kelima klasemen dengan 162 poin, menggeser Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow.

Hasil GP Malaysia1. Andrea Dovizioso    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    42m    27.333s  
2. Valentino Rossi    ITA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    42m    30.448s  
3. Jorge Lorenzo    ESP    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    42m    39.257s  
4. Hector Barbera    ESP    Ducati Team (Desmosedici GP)    42m    47.249s  
5. Loris Baz    FRA    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    42m    48.686s  
6. Maverick ViƱales    ESP    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    42m    50.265s  
7. Alvaro Bautista    ESP    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    42m    53.162s  
8. Jack Miller    AUS    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)    43m    0.079s  
9. Pol Espargaro    ESP    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    43m    1.037s  
10. Danilo Petrucci    ITA    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    43m    1.613s  
11. Marc Marquez    ESP    Repsol Honda Team (RC213V)    43m    3.813s  
12. Eugene Laverty    IRL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    43m    3.971s  
13. Aleix Espargaro    ESP    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    43m    4.230s  
14. Bradley Smith    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    43m    12.942s  
15. Scott Redding    GBR    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    43m    17.112s  
16. Hiroshi Aoyama    JPN    Repsol Honda Team (RC213V)    43m    19.998s  
17. Stefan Bradl    GER    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    43m    20.117s  
18. Tito Rabat    ESP    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)*    43m    22.224s  
Andrea Iannone    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    gagal finis   
Cal Crutchlow    GBR    LCR Honda (RC213V)    gagal finis   
Yonny Hernandez    COL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    gagal finis

Klasemen pembalap  
1. Marc Marquez    SPA    Repsol Honda Team (RC213V)    278    poin  
2. Valentino Rossi    ITA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    236    poin    (-42)
3. Jorge Lorenzo    SPA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    208    poin    (-70)
4. Maverick ViƱales    SPA    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    191    poin    (-87)
5. Andrea Dovizioso    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    162    poin    (-116)
6. Dani Pedrosa    SPA    Repsol Honda Team (RC213V)    155    poin    (-123)
7. Cal Crutchlow    GBR    LCR Honda (RC213V)    141    poin    (-137)
8. Pol Espargaro    SPA    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    124    poin    (-154)
9. Hector Barbera    SPA    Ducati Team (Desmosedici GP)    97    poin    (-181)
10. Andrea Iannone    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    96    poin    (-182)
11. Aleix Espargaro    SPA    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    85    poin    (-193)
12. Eugene Laverty    IRL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    77    poin    (-201)
13. Alvaro Bautista    SPA    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    76    poin    (-202)
14. Scott Redding    GBR    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    72    poin    (-206)
15. Danilo Petrucci    ITA    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    71    poin    (-207)
16. Stefan Bradl    GER    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    60    poin    (-218)
17. Jack Miller    AUS    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)    56    poin    (-222)
18. Bradley Smith    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    55    poin    (-223)
19. Michele Pirro    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    36    poin    (-242)
20. Loris Baz    FRA    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    35    poin    (-243)
21. Tito Rabat    SPA    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)*    29    poin    (-249)
22. Yonny Hernandez    COL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    20    poin    (-258)
23. Katsuyuki Nakasuga    JPN    Yamalube Yamaha Factory Racing (YZR-M1)    5    poin    (-273)
24. Alex Lowes    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    3    poin    (-275)
25. Hiroshi Aoyama    JPN    Repsol Honda Team (RC213V)    1    poin    (-277)
26. Nicky Hayden    USA    Repsol Honda Team (RC213V)    1    poin    (-277)
27. Mike Jones    AUS    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    1    poin    (-277)

Sumber :
https://otomotif.tempo.co/read/news/2016/10/30/102816241/dovizioso-juara-di-sepang-rossi-jadi-runner-up-musim-ini
0 komentar

Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2016

MOTEGI,(PR).- Meski masih menyisakan tiga seri lagi (Australia,Malaysia,Valencia), gelar juara dunia MotoGP 2016 menjadi milik pembalap Spanyol Marc Marquez (23) dari tim Repsol Honda setelah memenangi seri XV MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi Minggu, 15 Oktober 2016.

Dengan perolehan total 273 poin, Marquez juara dunia 2 kali MotoGP tak mungkin lagi terlewati raihan poinya oleh dua pesaing terdekatnya dari tim Movistar Yamaha, Valentiono Rossi (Italia) dan Jorge Lorenzo (Spanyol) karena keduanya secara dramatis tak mencapai finis di Motegi akibat terjatuh , akibatnya Rossi terpaku di urutan kedua klasemen dengan 196 poin (defisit 77 poin) dan Lorenzo ketiga 182 poin (- 91), keempat Maveric Vinales (Suzuki/Spanyol) 165 dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang tak bisa berlomba akibat cedera patah tulang selangka pundak kanan sewaktu latihan berada di urutan kelima (155).

Gelar juara dunia MotoGP 2016 yang ketiga kalinya bagi Marquez (2013,2014 , 2016) menjadi sempurna bagi tim Repsol Honda karena diraih di kandang Honda Motor Co., Ltd selaku pemilik sirkuit Twin Ring Motegi. Sedangkan bagi Marquez, gelar juara dunia MotoGP 2016 selain merupakan gelar ketiganya di kelas paling bergengsi ini menjadikan koleksi gelar juara dunia sepanjang karirnya di arena Grand Prix Motor menjadi lima kali yaitu sekali di kelas 125cc (sekarang Moto3) 2010, sekali di Moto2 (2012) dan tiga kali di MotoGP (2013,2014,2016). Marquez juga mencatat sejarah sebagai pembalap termuda yang meraih gelar juara dunia MotoGP 3 kali pada usia 23 tahun.

“Ini adalah sukses ketiga kalinya saya menjadi juara dunia MotoGP setelah tahun lalu gagal. Saya belajar banyak dari kesalahan demi kesalahan yang saya lakukan di musim 2015 dimana saya terlalu bernafsu untuk memenangi setiap seri GP sehinggga sering terjatuh berakibat tak finis dan kehilangan banyak poin dan memupus peluang menjadi juara dunia,” tutur Marquez pada jumpa pers.

“Tahun ini saya lebih fokus mengincar gelar juara dunia dan tak terlalu mengejar kemenangan di setiap seri, yang penting finis dan tidk perlu terlalu ngotot pada lomba yang saya jalani. Hasilnya saya bisa lebih konsisten selalu finis dengan pengumpulan poin pada setiap seri, hanya sekali terjatuh dan dengan 6 kemenangan seri musim ini, gelar juara dunia bisa saya rebut kembali,” tegasnya

Jalanya lomba MotoGP Jepang sepanjanmg 24 lap berlangsung seru sejak awal, dimana Rossi (Movistar Yamaha) yang start dari “pole position” terlibat persaingan ketat melawan rekan setimnya Jorge Lorenzo (start dari grid ketiga) dan Marquez (Repsol Honda) di grid kedua. Rossi setelah lap kesatu memimpin terdepan namun Marquez mampu melewatinya, dikuti Lorenzo sehingga Rossi berada di urutan ketiga. Namun setelah enam lap dilalui Rossi mampu menyusul Lorenzo dan berupaya mengejar Marquez yang terus melaju terdepan. Upaya ngotot Rossi berakibat petaka di pertengahan lomba, ia secarta dramatis tergelincir dan karena motornya mengalami kerusakan di bagian stang, Rossi harus masuk paddock tidak bisa melanjutkan lomba, posisi kedua kemudian ditempati Lorenzo dan keempat Andrea Dovizioso (Ducati).

Posisi Marquez yang terus melaju kencang terdepan tak bisa didekati Lorenzo yang semakin tertinggal, sementara Dovizioso terus semakin mendekati Lorenzo. Merasa posisi keduanya terancam oleh Dovizioso, terpaksa Lorenzo memacu motornya semaksimal mungkin dan drama berikutnya terjadi, Lorenzo tergelincir enam lap jelang finis dan posisi kedua menjadi milik Dovizioso sementara Marquez yang mengetahui kedua pesaing utamanya, Rossi dan Lorenzo terjatuh, berlomba taktis tidak memforsir motornya dan menyentuh finis terdepan dengan waktu 43 menit 34,610 detik, kedua Andrea Dovizioso (Ducati) terput 2,292 detik dan ketiga Maverick Vinales (Suzuki) + 4,104 detik. Seri XVI berikutnya GP Australia di sirkuit Phillip Island Minggu, 23 Oktober 2016.***

http://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2016/10/16/marc-marquez-juara-dunia-motogp-2016-382373
0 komentar

Inilah 3 Hal yang Membuat Praveen/Debby Juara All England

TEMPO.CO, Jakarta - Kejutan itu datang dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan yang tak diunggulkan itu berhasil menyelamatkan pamor bulutangkit Indonesia. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam final berhasil menjuarai All England 2016. Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menekuk pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.

Apa kunci kemenangan Praveen dan Debby?

Pertama, mereka tampil tenang dan mendikte permainan. Meski peringkat Praven/Debby lebih rendah, yakni peringkat 8, dibanding peringkat Fischer dan Pedersen (peringkat 6), di babak awal mereka langsung memberi jarak nilai yang signifikan 4-1.

Babak pertama diawali dengan baik oleh Praveen/Debby. Skor pertama diperoleh dari smash Praveen yang tak bisa dibalas oleh pasangan Fischer/Pedersen. Sejak awal pertandingan kedua pasangan terlihat imbang.

Kedua, Praveen dan Debby memang pernah mengalahkan Fischer dan Pedersen. Tahun lalu di Dubai Praveen dan Debby menang dua set langsung. Itu yang membuat tim Denmark agak frogi di awal pertandingan.

Ketiga, pendukung atau supporter Indonesia yang terus memberi semangat sepanjang waktu. Wartawan TV resmi All England secara resmi menjuluki suporter Indonesia adalah suporter yang sangat ribut. Tapi, apa kata Debby? "Para supporter itu terus memberi semangat kami. Kami tak akan menang tanpa dukungan mereka," ujar Debby.

Jadi, saat di babak kedua, pasangan Denmark terus menekan dengan lebih agresif, Permainan Praveen dan Debby sempat tak berkembang. Smash terlihat lebih banyak dilayangkan oleh keduanya. Susul menyusul skor pun lebih sengit pada babak kedua. Pasangan Denmark beberapa kali bisa mengimbangi skor Praveen/Debby.

Berkat dukungan para penonton, Praveen dan Debby lepas dari tekanan tim Dendmark. Mereka tetap agresif. Fischer sempat dibuat jatuh tengkurap hingga tak bisa membalas pukulan Debby. Pertandingan ditutup Debby dengan smash ke arah tengah yang tak bisa dibalas oleh pasangan Denmark. "Berkat dukungan para suporter, kami seperti bermain di negeri kami sendiri. Itu yang membuat kami menjadi juara," kata Debby lagi.

Praveen/Debby memberi dua kejutan sekaligus dalam All England 2016. Untuk melaju ke final, mereka berdua berhasil menekuk jagoan-jagoan yang dimiliki Cina. Pada babak semifinal, mereka mengalahkan pasangan Cina yang menjadi juara All England tahun lalu Zhao Yunlei/Zhang Nan. Zhao/Zhan adalah pasangan dengan peringkat pertama di dunia. 

sumber : m.tempo.co
0 komentar

Juara All England Modal Praveen/Debby ke Olimpiade

TEMPO.CO, Birmingham - Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto mencetak sejarah dengan meraih gelar juara All England 2016 untuk kali pertama. Ini menjadi gelar satu-satunya yang didapat pemain Indonesia di turnamen ini.

Praveen/Debby berhasil menaklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di final, dengan skor 21-12 dan 21-17. Kemenangan ini membuat memperkecil rekor kekalahan mereka atas pasangan Denmark itu menjadi 4-6.

Sejak pertarungan baru dimulai, Praveen/Debby bermain agresif dan langsung memberikan tekanan kepada pasangan Denmark peringkat kelima dunia itu. Strategi itu terbukti ampuh. Nielsen/Pedersen tak mampu mengembangkan permainannya.

Di game kedua, pertarung semakin ketat. Nielsen/Pedersen berusaha memberikan tekanan. Tetapi, mereka untuk memaksakan rubber game tak berhasil. Praveen/Debby menutup pertandingan pada menit ke-43.

Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final. Mereka membuat kejutan dengan mengalahkan dua pemain unggulan dari Cina secara berurutan.

Di perempat final, mereka menaklukkan unggulan ketiga Liu Cheng/Bao Yixin dengan skor 21-14 dan 23-21. Setelah itu, mereka menyingkirkan unggulan pertama yang tahun lalu menjadi juara All England, Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-19 dan 21-16.

Prestasi di All England ini bisa menjadi modal bagi Praveen/Debby sebelum tampil di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 5-21 Agustus 2016. 

Sumber : m.tempo.co
0 komentar

Jorge Lorenzo Juara Dunia MotoGP 2015

VIVA.co.id - Pembalap Tim Yamaha, Jorge Lorenzo, akhirnya keluar sebagai juara dunia MotoGP 2015, usai menjadi yang tercepat di seri terakhir, GP Valencia. Pembalap asal Spanyol ini menjadi yang tercepat dalam race yang dihelat di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu 8 November 2015 WIB.

Memulai balapan di posisi terdepan, Lorenzo mampu tampil konsisten. Dalam 30 lap, pembalap 28 tahun ini mampu memacu kuda besi yang ditungganginya dalam konsentrasi tinggi.

Sementara itu, pesaing terdekat sekaligus rekan satu tim Lorenzo, Valentino Rossi, harus menerima kenyataan memlai start dari posisi paling belakang.

Meski demikian, perjuangan Rossi untuk tetap memberikan performa terbaik harus diacungi jempol. Rossi yang memulai balapan dari posisi paling buncit, mampu menyalip 22 pembalap lain dan menduduki posisi 4 dalam 15 putaran.

Meski demikian, Rossi kesulitan untuk menyalip pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa yang ada di posisi ketiga.

Dalam 4 putaran terakhir, persaingan justru melibatkan Lorenzo dengan pembalap Tim Repsol Honda lainnya, Marc Marquez. Meski peluang menmpertahankan gelar juara dunia sudah tertutup, Marquez tetap memberi perlawanan berarti kepada Lorenzo.

Meski demikian, Lorenzo tetap mampu menjaga posisinya sebagai yang tercepat hingga akhir lomba. Marquez pun harus rela berada di posisi runner-up dan Dani Pedrosa di posisi ketiga.

Sedang bagi Valentino Rossi, pembalap veteran ini harus puas hanya menempati posisi ke-4, dan melepas gelar juara dunia kepada Lorenzo.

Sumber : http://sport.viva.co.id/news/read/696940-jorge-lorenzo-juara-dunia-motogp-2015
0 komentar

Bungkam Sriwijaya, Persib Juara Piala Presiden 2015

Metrotvnews.com, Jakarta: Persib Bandung berhasil menjuarai ajang Piala Presiden 2015. Prestasi itu mereka capai setelah menaklukkan Sriwijaya FC, 2-0 pada babak final, Minggu 18 Oktober.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Jalannya laga tetap berlangsung sengit meski Sriwijaya kalah dengan skor telak. Pertahanan Persib terbukti lebih tangguh dan serangan-serangan yang mereka lancarkan memang lebih efektif.

Laga baru berlangsung enam menit, salah satu pemain Persib Ahmad Juprianto sudah langsung mencuri gol. Prosesnya agak berbau keberuntungan karena tendangan bebas yang dilancarkan Juprianto sempat membentur pagar betis Sriwijaya. Kiper Sriwijaya, Dian Agus tidak bisa berbuat banyak ketika arahnya bola mendadak berubah ke sisi kanan gawang.

Sriwijaya kerap memberikan ancaman berbahaya bagi Persib melalui serangan-serangan di lini tengah maupun sayap. Sayangnya, para penyerang mereka masih kurang gesit untuk melewati lini pertahanan Persib. Para penggawa Laskar Wong Kito, kerap gagal mengontrol bola ketika tempo pertandingan makin cepat.

Winger Persib, Atep, sempat mendapat kartu kuning yang tidak semestinya dari wasit pada menit ke-39. Ganjaran itu terpaksa ia terima karena tetap menendang bola ke arah gawang meski posisinya sudah dinyatakan offside.

Menginjak injury time, Persib sukses menggandakan kedudukan melalui gol bunuh diri kiper Sriwijaya, Dian Agus Prasetyo. Saat itu, tembakan memutar Makan Konate yang sempat membentur mistar gawang berubah menjadi gol karena membentur kepala Dian.

Sriwijaya tidak banyak berkutik setelah gol kedua Persib itu lahir. Mereka harus terima tertinggal 2-0 hingga turun minum karena wasit langsung meniup berakhir babak pertama.

Menginjak babak kedua, ritme dan tensi pertandingan mulai berubah. Sriwijaya tampak meningkatkan agresifitas serangan, sedangkan Persib kerap melakukan penguasaan bola lebih banyak.

Sekitar menit ke-60, pelatih Sriwijaya, Benny Dollo sempat mengganti dua penggawanya guna menambah daya gedor serangan. Fathul Rahman masuk menggantikan Asri Akbar, dan Rizsky Dwi Ramadhana mengganti Syakir Sulaiman. Sayang, upaya itu masih belum berhasil karena Sriwijaya tetap gagal untuk mengejar ketertinggalan.

Gelandang Persib Firman Utina sempat digantikan Dias Angga ketika laga tersisa 10 menit. Strategi itu sangat efektif untuk mempertebal pertahanan Persib dan menjaga kemenangan, 2-0 Persib hingga berakhirnya pertandingan.

SUGBK pun bergemuruh keras ketika wasit meniup peluit berakhirnya babak kedua. Kemenangan ini terasa sangat spesial karena dihadiri puluhan ribu Bobotoh--sebutan fan Persib yang datang ke SUGBK dengan penuh pengorbanan.

Susunan Pemain:
Persib Bandung: I Made Wirawan, Supardi Nasir, Vladimir Vujovic, Ahmad Jupriyanto, Toni Sucipto, Dedi Kusnandar, Firman utina, Makan Konate, Atep (C), Zulham Zamrun, Ilija Spasojevic.

Sriwijaya FC: Dian Agus, Saiful Indra, A. Maiga, Asri Akbar, Yu Hyun Koo, T. A Musafri, Wildan syah, Titus Bonai (C), Fachrudin W. A, Patrich Wanggai, Syakir S.


Sumber : http://bola.metrotvnews.com/read/2015/10/18/442017/bungkam-sriwijaya-persib-juara-piala-presiden-2015

0 komentar

Djokovic Sabet Laureus Awards 2015

Foto : tenniscircus.com
SHANGHAI, suaramerdeka.com – Novak Djokovic menyabet penghargaan sebagai olahragawan putra terbaik dalam Laureus Awards 2015.
Dalam upacara penganugerahan yang digelar di Shanghai Grand Theatre, Shanghai, China, Rabu (15/4) malam waktu setempat, Djokovic mengalahkan olahragawan top lainnya yang masuk ke dalam nominasi seperti Lewis Hamilton, Marc Marquez, Cristiano Ronaldo, dan Rory McIlroy.
Perlu dicatat ini adalah kali kedua, Djokovic menyabet gelar sebagai olahragawan putra terbaik dalam Laureus Awards. Sebelumnya, petenis asal Serbia itu juga diganjar penghargaan yang sama pada tahun 2012.
Tahun 2014 lalu, Djokovic memenangi tujuh gelar termasuk Wimbledon dan ATP World Tour Finals. Dia juga kembali ke peringkat satu dunia di akhir tahun. Namun Djokovic tak bisa hadir dalam seremoni tersebut karena berada di Monako untuk turnamen Monte Carlo Masters.
“Ini mungkin adalah mahkota untuk musim 2014 saya yang ditandai dengan menjuarai Wimbledon, kembali ke peringkat satu dunia, dan menjadi seorang ayah. Ini mungkin adalah tahun terbaik dalam hidup saya sejauh ini,” ujar Djokovic di situs resmi Laureus.
Untuk kategori atlet putri terbaik, penghargaan diberikan kepada pelari asal Ethiopia, Genzebe Dibaba, yang berhasil memecahkan tiga rekor dunia sekaligus di ajang yang berbeda-beda hanya dalam kurun waktu dua minggu di bulan Februari 2014.
Sementara itu, kategori tim terbaik dimenangi oleh timnas Jerman yang sukses menjuarai Piala Dunia 2014. Die Nationalmannschaft juga menjadi tim Eropa pertama yang jadi juara di Piala Dunia yang digelar di benua Amerika.
Dari lintasan balap Formula 1, Daniel Ricciardo membawa pulang penghargaan Breaktrough of The Year. Berstatus sebagai rookie di tahun lalu, Ricciardo memenangi tiga balapan bersama Red Bull dan mengakhiri musim di peringkat ketiga.
Daftar pemenang Laureus Awards 2015:
Sportsman of The Year: Novak Djokovic (Serbia/tenis)
Sportswoman of The Year: Genzebe Dibaba (Ethiopia/atletik)
Team of The Year: Tim nasional Jerman (sepakbola)
Comeback of The Year: Schalk Burger (Afrika Selatan/rugby)
Breaktrough of The Year: Daniel Ricciardo (Australia/balap mobil)
Academy Execptional Achievement: Li Na (China/tenis)
Spirit of Sport: Yao Ming (China/basket)
Sportsperson of the Year with a Disability: Tatyana McFadden
(Andika Primasiwi, rtr / CN26) 
Sumber : berita.suaramerdeka.com
0 komentar

Marc Marquez Juara MotoGP Austin

Foto : AFP Photo
suaramerdeka.com – Hasil manis dipetik Marc Marquez yang sukses menjuarai MotoGP Austin setelah menjadi yang tercepat dalam balapan di Circuit of The Americas, Senin (13/4) dini hari.  Rider Repsol Honda itu sukses mengalahkan Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi.
Dalam balapan itu, Marquez yang mengawali balapan dari posisi terdepan sempat kehilangan posisinya lantaran disalip Dovizioso. Namun, di lap keempat, Marquez sukses mengambil posisi terdepan dan setelah itu dia tak terkejar lagi oleh lawan-lawannya hingga balapan usai.
Sementara, Dovizioso yang sempat mencoba memberi perlawanan akhirnya finis di posisi kedua, usai mengalahkan Valentino Rossi yang merebut podium terakhir. Kemenangan di Austin ini menjadi jawaban Marquez atas hasil buruk yang dia dapat bulan lalu.
Di MotoGP Qatar, Marquez yang juga sang juara dunia terlempar ke posisi paling belakang setelah lap pertama dan akhirnya cuma bisa finis kelima. Hasil ini membuat Marquez mencatatkan 100 persen kemenangan di Austin, setelah dia juga merebut posisi teratas di musim 2013 dan 2014.
Catatan lainnya, tiga kemenangan Marquez di Austin didapat setelah dia merebut pole position. Jorge Lorenzo menempati posisi empat dalam balapan ini. Sementara urutan lima jadi milik Andrea Iannone.
Tambahan 25 poin membuat Marquez kini duduk di posisi tiga klasemen sementara dengan poin dikumpulkan berjumlah 36. Puncak klasemen masih jadi milik The Doctor dengan poin 41 dan Dovizioso di tangga kedua dengan 40 angka
Hasil MotoGP Austin
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 43m 47.150s
2. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 43m 49.504s
3. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 43m 50.270s
4. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 43m 53.832s
5. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 43m 54.734s
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 43m 57.707s
7. Cal Crutchlow GBR CWM LCR Honda (RC213V) 44m 4.117s
8. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 6.175s
9. Maverick ViƱales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 44m 25.720s
10. Danilo Petrucci ITA Pramac Racing (Desmosedici GP14.1) 44m 28.946s
11. Hiroshi Aoyama JPN Repsol Honda Team (RC213V) 44m 34.349s
12. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 44m 34.489s
13. Nicky Hayden USA Aspar (RC213V-RS) 44m 43.634s
14. Jack Miller AUS CWM LCR Honda (RC213V-RS)* 44m 43.881s
15. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 44.522s
16. Eugene Laverty IRL Aspar (RC213V-RS)* 44m 46.048s
17. Loris Baz FRA Athina Forward Racing (Forward Yamaha)* 44m 55.937s
18. Alex De Angelis RSM Octo IodaRacing (ART) 45m 9.386s
Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RC213V-RS) DNF
Marco Melandri ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF
Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) DNF
Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) DNF
Scott Redding GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) DNF
Stefan Bradl GER Athina Forward Racing (Forward Yamaha) DNF
Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) DNF
(Andika Primasiwi, rtr / CN26) 

0 komentar

Cara Angga/Ricky Rebut Gelar Perdana Luar Biasa

TRIBUNSUMSEL.COM, SINGAPURA - Penampilan luar biasa berhasil diberikan oleh pasangan ganda putra, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Keduanya berhasil merebut gelar juara pada gelaran OUE Singapore Terbuka 2015, Minggu (12/4).

Ini merupakan gelar perdana bagi Angga/Ricky sejak dipasangkan tahun lalu, sekaligus satu-satunya gelar yang berhasil dibawa pulang tim Indonesia dari Singapura.

Angga/Ricky sukses mengalahkan pasangan Tiongkok, Fu Haifeng/Zhang Nan, rubber game dengan skor, 21-15, 11-21 dan 21-14.

Dari awal gim pertama, Angga/Ricky berhasil tampil tenang namun terus mencetak poin. Beberapa kesalahan yang dilakukan lawan pun menambah keunggulan bagi pasangan Indonesia tersebut. Sempat tertahan di game kedua karena kalah, Angga/Ricky kemudian berhasil menuntaskan kemenangannya di game ketiga.

“Akhirnya pecah juga di Singapura. Grand prix sempat final, challenge juga final, tapi bisa langsung juara di super series. Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Hasil ini tak terduga bagi kami, kami merasa sangat senang,” kata Ricky ditemui usai pertandingannya di Singapore Indoor Stadium.

“Dari babak perempat final, semi hingga final, saya fokus ke lapangan. Nggak mikirin penonton, nggak mikirin apa-apa, fokus di lapangan saja,” kata Ricky lagi.

“Saya nggak percaya bisa menang, rasanya senang sekali. Game pertama kami bisa menang duluan. Di gim kedua kami agak lengah, kalah cepat kami. Kami juga banyak mati sendiri. Tapi di game ketiga kami bisa kembali lagi. Bermain lebih sabar dan fokus satu-satu, akhirnya bisa menang,” kata Angga.

Gelar perdana Angga/Ricky langsung berhasil menembus level super series. Sebelumnya prestasi terbaik keduanya sejak dipasangkan ialah sebagai runner up di Macau Open Grand Prix Gold 2014 dan Thailand International Challeng 2015.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya ya. Di Swiss kami bertemu pasangan Tiongkok lainnya, banyak yang kami pelajari. Dari kemarin di Malaysia kami sudah unggul terus malah dibalik keadaannya. Kami belajar banyak dari pengalaman,” ungkap Ricky.

“Terima kasih kepada Tuhan, teman, keluarga, pelatih dan keluarga besar PBSI. Kedepannya semoga kami berdua bisa juara-juara lagi di turnamen berikutnya,” kata Angga lagi.

http://sumsel.tribunnews.com/2015/04/13/cara-anggaricky-rebut-gelar-perdana-luar-biasa
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SANG JUARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger