GIRONA-
Tim yang mau berjuang selalu ada jalan. Paling tidak itu yang dialami
Barcelona dalam jornada 6 Liga Primera Spanyol (La Liga).
Meski awalnya kesulitan, Barca akhirnya mampu mengatasi tuan rumah Girona 3-0 di Stadion Municipal de Montilivi, Minggu (24/9) dini hari WIB.
Dua gol pertama tercipta dari bunuh diri Aday Benitez pada menit ke-17 dan Gorka Iraizoz Moreno (48). Luis Suarez menutup kemenangan di menit ke-69. Pada menit-menit awal La Blaugrana tak mudah mengembangkan permainan, karena Lionel Messi dijaga ketat pemain muda Girona, Pablo Maffeo.
Pertahanan gigih pasukan tuan rumah dan penjagaan khusus terhadap Messi benar-benar merepotkan. Namun, perlahan-lahan Los Cules mampu keluar dari kesulitan.
Menurut Pelatih Barca Ernesto Valverde, penjagaan khusus Maffeo terhadap Messi jadi sebuah keuntungan. Sebab, megabintang berkebangsaan Argentina itu justru bisa membuka ruang lebih banyak untuk rekan-rekannya lantaran ada satu pemain lawan harus mengikutinya ke mana pun.
Messi memang tak bisa banyak menebar ancaman. Dia hanya melepaskan dua tembakan, satu di antaranya tepat sasaran. Valverde menyebut itu sebagai pengorbanan besar La Pulga.
Manfaatkan Situasi
”Kami menciptakan peluang-peluang di awal, tapi kesulitan mengunci pertandingan,” tutur Valverde. Dia menambahkan, timnya berhasil memanfaatkan situasi seperti penjagaan ketat Maffeo terhadap Messi.
Mantan entrenador Athletic Bilbao ini memuji semangat timnya saat menyerang dan bertahan. Dengan kemenangan atas Girona, Barca masih sempurna dalam enam pertandingan pertama. Klub Catalan memimpin klasemen dengan nyaman. Sementara itu, Maffeo (20) disebut-sebut sukses mengunci pergerakan Messi.
Berkat aksinya, Si Kutu gagal mencetak gol dan membuat assist. Maffeo merupakan pinjaman dari Manchester City. Dia membela Blanquivermell sejak Januari 2016. ”Dia (Messi) menanyakan beberapa hal kepada saya, apakah saya dipinjamkan oleh City dan berapa usia saya.
Percakapan itu berlangsung menyenangkan,” kata Maffeo. Dia menghargai kepercayaan pelatih untuk mengawal Messi. Kendati terus menguntit gerak La Pulga sepanjang laga, dia tak melakukan tukar jersey dengan Si Kutu. Dirinya lebih memilih kaus kiper Marc-Andre ter Stegen.(afp,soccerway,A7-16)
Sumber : Suara Merdeka Cetak, 25 September 2017
Link : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/4039/SELALU-ADA-JALAN
Meski awalnya kesulitan, Barca akhirnya mampu mengatasi tuan rumah Girona 3-0 di Stadion Municipal de Montilivi, Minggu (24/9) dini hari WIB.
Dua gol pertama tercipta dari bunuh diri Aday Benitez pada menit ke-17 dan Gorka Iraizoz Moreno (48). Luis Suarez menutup kemenangan di menit ke-69. Pada menit-menit awal La Blaugrana tak mudah mengembangkan permainan, karena Lionel Messi dijaga ketat pemain muda Girona, Pablo Maffeo.
Pertahanan gigih pasukan tuan rumah dan penjagaan khusus terhadap Messi benar-benar merepotkan. Namun, perlahan-lahan Los Cules mampu keluar dari kesulitan.
Menurut Pelatih Barca Ernesto Valverde, penjagaan khusus Maffeo terhadap Messi jadi sebuah keuntungan. Sebab, megabintang berkebangsaan Argentina itu justru bisa membuka ruang lebih banyak untuk rekan-rekannya lantaran ada satu pemain lawan harus mengikutinya ke mana pun.
Messi memang tak bisa banyak menebar ancaman. Dia hanya melepaskan dua tembakan, satu di antaranya tepat sasaran. Valverde menyebut itu sebagai pengorbanan besar La Pulga.
Manfaatkan Situasi
”Kami menciptakan peluang-peluang di awal, tapi kesulitan mengunci pertandingan,” tutur Valverde. Dia menambahkan, timnya berhasil memanfaatkan situasi seperti penjagaan ketat Maffeo terhadap Messi.
Mantan entrenador Athletic Bilbao ini memuji semangat timnya saat menyerang dan bertahan. Dengan kemenangan atas Girona, Barca masih sempurna dalam enam pertandingan pertama. Klub Catalan memimpin klasemen dengan nyaman. Sementara itu, Maffeo (20) disebut-sebut sukses mengunci pergerakan Messi.
Berkat aksinya, Si Kutu gagal mencetak gol dan membuat assist. Maffeo merupakan pinjaman dari Manchester City. Dia membela Blanquivermell sejak Januari 2016. ”Dia (Messi) menanyakan beberapa hal kepada saya, apakah saya dipinjamkan oleh City dan berapa usia saya.
Percakapan itu berlangsung menyenangkan,” kata Maffeo. Dia menghargai kepercayaan pelatih untuk mengawal Messi. Kendati terus menguntit gerak La Pulga sepanjang laga, dia tak melakukan tukar jersey dengan Si Kutu. Dirinya lebih memilih kaus kiper Marc-Andre ter Stegen.(afp,soccerway,A7-16)
Sumber : Suara Merdeka Cetak, 25 September 2017
Link : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/4039/SELALU-ADA-JALAN

Posting Komentar