Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan

Hasil All England Open 2020: Praveen-Melati Juara Ganda Campuran

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi juara turnamen badminton All England Open 2020. Dalam laga final, Praveen/Melati mampu menumbangkan duet unggulan ke-3 asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca selengkapnya di artikel "Hasil All England Open 2020: Praveen-Melati Juara Ganda Campuran", : https://tirto.id/eFgW
0 komentar

Hasil All England 2019: Hendra/Ahsan Sabet Gelar, China Juara Umum

Gelaran All England 2019 sudah tuntas. Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyabet gelar, sementara China keluar sebagai juara umum.

Digelar sejak Senin Rabu (6/3/2019) dan tuntas Minggu (10/3), Indonesia berhasil meneruskan tradisi gelar di kejuaraan bulutangkis tertua ini. Gelar didapat dari nomor ganda putra.

0 komentar

Juara China Open 2018, Anthony Ginting Kalahkan 4 Juara Dunia


KOMPAS.com - Prestasi apik dicatat Anthony Sinisuka Ginting di China Open 2018. Dia menjadi juara seusai menyisihkan empat juara dunia bulu tangkis. Anthony Sinisuka Ginting meraih gelar juara China Open 2018 seusai menang atas Kento Momota di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Minggu (23/9/2018). Anthony Ginting menang dua gim langsung atas pebulu tangkis Jepang itu, 23-21, 21-19, dalam tempo 63 menit. Inilah gelar tunggal putra pertama bagi Indonesia di China Open sejak Alan Budikusuma meraihnya pada 1994.


Catatan apik juga dibuat Anthony Ginting. Dia melangkah ke partai final dan menjadi juara dengan menyisihkan sejumlah juara dunia dan lawan dengan peringkat di atasnya. 


Pengecualian terjadi di semifinal. Chou Tien-chen belum pernah merasakan titel juara dunia. 

Berdasarkan data BWF per 20 September 2018, Anthony Ginting berada di peringkat ke-13. Kemenangan di China Open bisa mengerek posisinya ke 10 besar. 

Berikut perjalanan Anthony Sinisuka Ginting di China Open 2018 menuju tangga juara: 

Babak pertama 
Lawan: Lin Dan (China) 
Peringkat: 12 Juara dunia: 2006, 2007, 2009, 2011, 2013 
Hasil: 22-24, 21-5, 21-19 (54 menit)  

Babak kedua (16 besar) 
Lawan: Viktor Axelsen (Denmark) 
Peringkat: 1 Juara dunia: 2017 
Hasil: 21-18, 21-17 (45 menit)  

Perempat final 
Lawan: Chen Long (China) 
Peringkat: 6 Juara dunia: 2014, 2015 
Hasil: 18-21, 22-20, 21-16 (85 menit)  

Semifinal 
Lawan: Chou Tien-chen (Taiwan) 
Peringkat: 5 Juara dunia: - 
Hasil: 12-21, 21-17, 21-15 (68 menit)  

Final 
Lawan: Kento Momota (Jepang) 
Peringkat: 2 Juara dunia: 2018 
Hasil: 23-21, 21-19 (63 menit)

Sumber :
https://olahraga.kompas.com/read/2018/09/23/14070358/juara-china-open-2018-anthony-ginting-kalahkan-4-juara-dunia. 

0 komentar

Kalahkan China, Kevin/Marcus Juara Jepang Terbuka 2018

Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih gelar juara di Jepang Terbuka 2018, Minggu (16/9).

Ganda nomor wahid dunia tersebut sukses mengalahkan wakil China Liu Junhui/Liu Yuchen dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-13.

Bermain di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Kevin/Marcus langsung tancap gas sejak gim pertama. Setelah unggul lima angka di pertengahan babak, The Minion berhasil menutup gim pertama dengan skor meyakinkan 21-11.

Pertandingan berlangsung ketat di awal gim kedua. Tak semulus dari gim sebelumnya, Kevin/Marcus sempat tertinggal 6-8 dari Liu Junhui/Liu Yuchen.

Namun, Kevin/Marcus masih terlalu tangguh bagi pasangan peringkat dua dunia tersebut. Kevin/Marcus menyudahi perlawanan China dengan kemenangan 21-13.

Marcus bahkan sempat melakukan pergantian raket di tengah laga saat posisi unggul 16-12. Situasi ini memang sering dilakukan kedua pemain di sela-sela pertandingan ketat sekalipun. Namun, kemenangan tetap menjadi milik Kevin/Marcus yang tengah berada di puncak permainan.

Ini merupakan pertemuan kesembilan bagi kedua pasangan. Dari delapan pertemuan sebelumnya, tujuh pertemuan terakhir berhasil dimenangkan Kevin/Marcus.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi di final beregu putra Asian Games 2018. Kala itu, Kevin/Marcus mampu mengalahkan Liu Junhui/Liu Yuchen namun Indonesia harus puas meraih perak setelah kalah 1-3.

Kemenangan atas di Jepang Terbuka 2018 menjadi gelar keenam Kevin/Marcus di tahun 2018. Sebelumnya, The Minions sudah meraih gelar di Indonesia Master 2018, India Terbuka 2018, All England 2018, Indonesia Open 2018, dan Asian Games 2018.

Dengan demikian Indonesia berhasil menyabet satu gelar di Jepang Terbuka 2018 dari nomor ganda putra atas nama Kevin/Marcus. (jun/jun)

Sumber : 
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180916150719-170-330599/kalahkan-china-kevin-marcus-juara-jepang-terbuka-2018
0 komentar

Kevin/Marcus Pertahankan Gelar

NEW DELHI – Ganda putra nomor satu dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernadi Gideon, sukses mempertahankan gelar juara India Terbuka Super Series. Pada laga final di Siri Fort Sports Complex, New Delhi, Minggu (2/4), mereka mengalahkan rekan senegaranya, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dengan skor 21-11 dan 21-15.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi raihan gelar kedua beruntun Kevin/Marcus setelah menjadi juara di All England lalu. Rekor kemenangan mereka atas Angga/Ricky pun menjadi 3-0. Sejatinya, pertandingan antara Kevin/Marcus dan Angga/Ricky ini merupakan ulangan final tahun lalu. Saat itu, Kevin/Marcus juga sukses mengalahkan rekan senegaranya itu dengan skor 21- 17 dan 21-13.
Karena itu, di pertandingan kemarin Angga/Ricky memberikan perlawanan sengit agar bisa revans. Mereka mampu unggul 3-2 pada awal game pertama. Namun, Kevin/Marcus mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Bahkan, setelah itu ganda nomor satu dunia tersebut tidak terbendung.
Poin demi poin mereka peroleh hingga menyudahi perlawanan Angga/Ricky dengan skor 21-11. Di game kedua, Kevin/- Marcus lebih mudah memperoleh poin. Hal itu tak lepas dari penampilan Angga/Ricky yang sering membuat kesalahan sendiri. Mereka pun mampu menutup game kedua dengan skor 21-15. (K4-56)

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/kevinmarcus-pertahankan-gelar/
Sumber : Suara Merdeka | Senin, 3 April 2017
0 komentar

Marcus/Kevin Wakili Indonesia pada Final All England 2017

BIRMINGHAM, JUARA.net - Pasangan ganda putra nasional, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan mewakili Indonesia pada babak final All England 2017. Marcus/Kevin meraih tiket ke final setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di Barclaycard Arena, Birmingham, Sabtu (11/3/2017).

Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam sembilan menit itu, Marcus/Kevin meraih kemenangan rubber game (19-21, 21-13, 21-17). Kedua pasangan menampilkan permainan menarik sepanjang gim pertama. Mereka sama-sama tampil apik dan saling kejar dalam pengumpulan poin. Marcus/Kevin sempat memetik keunggulan 10-7 atas Conrad-Peterson/Kolding. 

Namun, keadaan berubah pasca-interval. Conrad-Petersen/Kolding memberikan perlawanan sengit. Kondisi itu memaksa pasangan Indonesia menelan kekalahan pada gim pertama. Kekalahan pada gim pertama seolah memberikan suntikan motivasi bagi Marcus/Kevin. 

Kedua pemain mencoba bangkit pada gim kedua. Sempat tertinggal 0-4, Marcus/Kevin kemudian tampil impresif pasca-interval. Mereka berhasil memaksakan rubber game. Pada gim ketiga, pertandingan berjalan menegangkan. 

Kedua pasangan bermain ngotot untuk meraih tiket ke partai pamungkas. Sepanjang pertandingan gim ketiga, perbedaan poin di antara kedua pasangan selalu tipis. Meski demikian, Marcus/Kevin memiliki konsentrasi yang lebih baik. Menjelang akhir gim ketiga, mereka sukses melancarkan penetrasi dan menuntaskan laga untuk mendapatkan kemenangan.

Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/3/2017), Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan unggulan keenam asal China, Li Junhui/Liu Yuchen.

Li/Liu melangkah ke babak final setelah menaklukkan rekan senegara, Liu Cheng/Zhang Nan, dengan 21-18, 21-14. 

Sumber : http://www.juara.net/read/raket/bulu-tangkis/171593-marcuskevin.wakili.indonesia.pada.final.all.england.2017
0 komentar

Inilah 3 Hal yang Membuat Praveen/Debby Juara All England

TEMPO.CO, Jakarta - Kejutan itu datang dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan yang tak diunggulkan itu berhasil menyelamatkan pamor bulutangkit Indonesia. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam final berhasil menjuarai All England 2016. Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menekuk pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.

Apa kunci kemenangan Praveen dan Debby?

Pertama, mereka tampil tenang dan mendikte permainan. Meski peringkat Praven/Debby lebih rendah, yakni peringkat 8, dibanding peringkat Fischer dan Pedersen (peringkat 6), di babak awal mereka langsung memberi jarak nilai yang signifikan 4-1.

Babak pertama diawali dengan baik oleh Praveen/Debby. Skor pertama diperoleh dari smash Praveen yang tak bisa dibalas oleh pasangan Fischer/Pedersen. Sejak awal pertandingan kedua pasangan terlihat imbang.

Kedua, Praveen dan Debby memang pernah mengalahkan Fischer dan Pedersen. Tahun lalu di Dubai Praveen dan Debby menang dua set langsung. Itu yang membuat tim Denmark agak frogi di awal pertandingan.

Ketiga, pendukung atau supporter Indonesia yang terus memberi semangat sepanjang waktu. Wartawan TV resmi All England secara resmi menjuluki suporter Indonesia adalah suporter yang sangat ribut. Tapi, apa kata Debby? "Para supporter itu terus memberi semangat kami. Kami tak akan menang tanpa dukungan mereka," ujar Debby.

Jadi, saat di babak kedua, pasangan Denmark terus menekan dengan lebih agresif, Permainan Praveen dan Debby sempat tak berkembang. Smash terlihat lebih banyak dilayangkan oleh keduanya. Susul menyusul skor pun lebih sengit pada babak kedua. Pasangan Denmark beberapa kali bisa mengimbangi skor Praveen/Debby.

Berkat dukungan para penonton, Praveen dan Debby lepas dari tekanan tim Dendmark. Mereka tetap agresif. Fischer sempat dibuat jatuh tengkurap hingga tak bisa membalas pukulan Debby. Pertandingan ditutup Debby dengan smash ke arah tengah yang tak bisa dibalas oleh pasangan Denmark. "Berkat dukungan para suporter, kami seperti bermain di negeri kami sendiri. Itu yang membuat kami menjadi juara," kata Debby lagi.

Praveen/Debby memberi dua kejutan sekaligus dalam All England 2016. Untuk melaju ke final, mereka berdua berhasil menekuk jagoan-jagoan yang dimiliki Cina. Pada babak semifinal, mereka mengalahkan pasangan Cina yang menjadi juara All England tahun lalu Zhao Yunlei/Zhang Nan. Zhao/Zhan adalah pasangan dengan peringkat pertama di dunia. 

sumber : m.tempo.co
0 komentar

Juara All England Modal Praveen/Debby ke Olimpiade

TEMPO.CO, Birmingham - Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto mencetak sejarah dengan meraih gelar juara All England 2016 untuk kali pertama. Ini menjadi gelar satu-satunya yang didapat pemain Indonesia di turnamen ini.

Praveen/Debby berhasil menaklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di final, dengan skor 21-12 dan 21-17. Kemenangan ini membuat memperkecil rekor kekalahan mereka atas pasangan Denmark itu menjadi 4-6.

Sejak pertarungan baru dimulai, Praveen/Debby bermain agresif dan langsung memberikan tekanan kepada pasangan Denmark peringkat kelima dunia itu. Strategi itu terbukti ampuh. Nielsen/Pedersen tak mampu mengembangkan permainannya.

Di game kedua, pertarung semakin ketat. Nielsen/Pedersen berusaha memberikan tekanan. Tetapi, mereka untuk memaksakan rubber game tak berhasil. Praveen/Debby menutup pertandingan pada menit ke-43.

Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final. Mereka membuat kejutan dengan mengalahkan dua pemain unggulan dari Cina secara berurutan.

Di perempat final, mereka menaklukkan unggulan ketiga Liu Cheng/Bao Yixin dengan skor 21-14 dan 23-21. Setelah itu, mereka menyingkirkan unggulan pertama yang tahun lalu menjadi juara All England, Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-19 dan 21-16.

Prestasi di All England ini bisa menjadi modal bagi Praveen/Debby sebelum tampil di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 5-21 Agustus 2016. 

Sumber : m.tempo.co
0 komentar

Owi/Butet Juara Kejuaraan Bulutangkis Asia


Liputan6.com, Wuhan- Wakil Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjuarai ganda campuran Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015. Pasangan Owi/Butet mengalahkan ganda Hong Kong Chun Hei Reginald Lee/Hoi Wah Chau.

Owi/Butet cuma butuh 37 menit saja untuk bisa mengatasi perlawanan Lee/Chau pada laga yang digelar di Wuhan Sports Center Gymnasium, China, Minggu (26/4/2015). Mereka menang dua set langsung 21-16 dan 21-15.

Walau meraih kemenangan dua set langsung, sebenarnya Owi/Butet harus susah payah mengatasi perlawanan Lee/Chau. Di set pertama, pasangan andalan Indonesia itu sempat tertinggal 7-11. Beruntung Owi/Butet bisa membalikkan keadaan dengan bermodal pengalaman.

Di set kedua, Owi/Butet tampil dominan. Mereka selalu memimpin sejak awal sebelum akhirnya menyudahi perlawanan Lee/Chau setelah menang 21-15 di set kedua.

sumber : http://bola.liputan6.com/read/2220709/owibutet-juara-kejuaraan-bulutangkis-asia
0 komentar

Cara Angga/Ricky Rebut Gelar Perdana Luar Biasa

TRIBUNSUMSEL.COM, SINGAPURA - Penampilan luar biasa berhasil diberikan oleh pasangan ganda putra, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Keduanya berhasil merebut gelar juara pada gelaran OUE Singapore Terbuka 2015, Minggu (12/4).

Ini merupakan gelar perdana bagi Angga/Ricky sejak dipasangkan tahun lalu, sekaligus satu-satunya gelar yang berhasil dibawa pulang tim Indonesia dari Singapura.

Angga/Ricky sukses mengalahkan pasangan Tiongkok, Fu Haifeng/Zhang Nan, rubber game dengan skor, 21-15, 11-21 dan 21-14.

Dari awal gim pertama, Angga/Ricky berhasil tampil tenang namun terus mencetak poin. Beberapa kesalahan yang dilakukan lawan pun menambah keunggulan bagi pasangan Indonesia tersebut. Sempat tertahan di game kedua karena kalah, Angga/Ricky kemudian berhasil menuntaskan kemenangannya di game ketiga.

“Akhirnya pecah juga di Singapura. Grand prix sempat final, challenge juga final, tapi bisa langsung juara di super series. Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Hasil ini tak terduga bagi kami, kami merasa sangat senang,” kata Ricky ditemui usai pertandingannya di Singapore Indoor Stadium.

“Dari babak perempat final, semi hingga final, saya fokus ke lapangan. Nggak mikirin penonton, nggak mikirin apa-apa, fokus di lapangan saja,” kata Ricky lagi.

“Saya nggak percaya bisa menang, rasanya senang sekali. Game pertama kami bisa menang duluan. Di gim kedua kami agak lengah, kalah cepat kami. Kami juga banyak mati sendiri. Tapi di game ketiga kami bisa kembali lagi. Bermain lebih sabar dan fokus satu-satu, akhirnya bisa menang,” kata Angga.

Gelar perdana Angga/Ricky langsung berhasil menembus level super series. Sebelumnya prestasi terbaik keduanya sejak dipasangkan ialah sebagai runner up di Macau Open Grand Prix Gold 2014 dan Thailand International Challeng 2015.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya ya. Di Swiss kami bertemu pasangan Tiongkok lainnya, banyak yang kami pelajari. Dari kemarin di Malaysia kami sudah unggul terus malah dibalik keadaannya. Kami belajar banyak dari pengalaman,” ungkap Ricky.

“Terima kasih kepada Tuhan, teman, keluarga, pelatih dan keluarga besar PBSI. Kedepannya semoga kami berdua bisa juara-juara lagi di turnamen berikutnya,” kata Angga lagi.

http://sumsel.tribunnews.com/2015/04/13/cara-anggaricky-rebut-gelar-perdana-luar-biasa
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SANG JUARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger