Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Juara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juara. Tampilkan semua postingan

Rodgers Bahagia Celtic Juara Liga Skotlandia dengan Meyakinkan

REPUBLIKA.CO.ID, CELTIC -- Glasgow Celtic jadi juara Liga Skotlandia dengan rekor luar biasa. Mengumpulkan 86 angka dari 30 laga, Celtic juara dengan menyisakan delapan pertandingan.
Raihan poin mereka terpaut jauh meninggalkan Aberdeen di peringkat kedua yang punya 61 angka. Sosok pelatih Brendan Rodgers pun banyak dipuji karena bisa mengantarkan Celtic jadi juara. Meskipun, dia baru melatih the Hoops delapan bulan yang lalu.
Eks pelatih Liverpool ini pun bahagia dengan pencapaiannya. Rodgers menegaskan, dia akan menetap lama di Celtic.
"Saya akan di sini untuk waktu yang lama. Kami punya pasukan muda yang akan semakin kuat, dan saya akan bersama mereka di sini," kata Rodgers dikutip dari ESPN, Senin (3/4).
Rodgers mengatakan, Celtic saat ini dalam trek yang benar. Berpeluang meraih treble winners di level lokal, Rodgers yakin the Hoops siap untuk bermain lebih di kancah Eropa musim depan.
"Tidak tempat lain yang lebih baik. Kami bahagia dalam karier dan kehidupan pribadi. Tempat ini adalah yang paling tepat," ujarnya.

Sumber :
http://bola.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-dunia/17/04/04/onuy3n348-rodgers-bahagia-celtic-juara-liga-skotlandia-dengan-meyakinkan
0 komentar

Juara Miami Terbuka, Federer Lanjutkan Dominasi atas Nadal

JawaPos.com - Petenis gaek asal Swiss, Roger Federer, melanjutkan dominasinya di lapangan keras atas seteru abadinya, Rafael Nadal. Pada final Miami Terbuka 2017 di Crandon Park, Senin (3/4) dini hari WIB, Federer meraih titel juara usai menang dua set (6-3, 6-4).

Set pertama berlangsung ketat sampai pada game kedelapan dan break point kesepuluh ketika bola pengembalian Nadal membentur net. Federer kemudian dengan mudah merebut game berikutnya untuk memenangi set pertama 6-3.

Gaya bermain Federer dan Nadal memang kontras. Perbedaan corak permainan keduanya kian menyolok pada pertemuan kali ini. Set kedua tak kalah kerasnya sampai Federer kemudian menutup set ini dengan kemenangan 6-4.

Bagi Federer, ini menjadi gelar ke-91 di level tour. Gelar juara juga mendongkrak posisi Federer menuju ranking keempat ATP pada Senin (3/4). "Saya naik peringkat dan hanya ingin tetap sehat. Ketika sehat, saya merasa baik, dan mampu memproduksi permainan tenis seperti hari ini," ujar Federer kepada ESPN.
Sejak kembali ke lapangan setelah enam bulan absen karena cedera, petenis berusia 35 tahun itu juga telah menjuarai Australia Terbuka dan Indian Wells untuk mendominasi ATP Tour.

Pada April hingga Mei mendatang, Federer memilih absen menjalani seri lapangan tanah liat dan fokus menatap Grand Slam Prancis Terbuka alias Roland Garros yang akan dimulai pada 28 Mei mendatang. "Saya akan beristirahat dan fokus menghadapi Roland Garros. Seri lapangan rumput dan keras setelahnya adalah yang terbaik buat saya. Akan sangat menyenangkan kembali menjadi nomor 1, tapi itu jalan yang masih panjang," imbuh Federer.

Federer telah mengalahkan Nadal pada semua turnamen tahun ini dan sudah memenangi empat pertemuan terakhir. Sementara, Nadal bermain pada final kelimanya di Miami, tapi tetap belum mampu meraih gelar juara. Nadal masih memimpin rekor pertemuan dengan Federer 23-14 berkat keunggulan di lapangan tanah liat. Tapi, Federer kini memimpin 10-9 di lapangan keras.

"Saya merasa cukup dekat untuk memenangi set pertama. Sayang, ini bukan hari saya. Memang benar bahwa ketika seseorang datang dengan situasi dinamis seperti dia, semuanya akan berpihak kepada Anda," sesal Nadal. (ira/JPG)

Sumber : 
http://www.jawapos.com/read/2017/04/03/120585/juara-miami-terbuka-federer-lanjutkan-dominasi-atas-nadal
0 komentar

Juarai MotoGP Qatar, Vinales Kian Pede Tatap Juara Dunia

Bola.com, Losail - Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, kian percaya diri dalam mengejar target menjadi juara dunia MotoGP 2017. Kemenangan pada balapan MotoGP Qatar, 26 Maret 2017, membuat Vinales kian termotivasi.

"Jika Anda memiliki motor yamaha, targetnya adalah mencoba dan memenangi gelar juara dunia," ungkap Vinales seperti dikutip Bike Sport News, setelah balapan.

Target juara sebenarnya sudah dilontarkan Vinales sebelum balapan perdana MotoGP 2017 dimulai. Namun, saat itu, dia belum berani sesumbar karena masih tak yakin hasil impresif pada saat tes pramusim bisa berlanjut ke balapan.

Pada balapan MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Vinales membuktikan performa impresifnya pada saat tes pramusim bukan kebetulan. Dia tampil impresif dengan mengungguli pebalap senior macam Andrea Dovizioo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

Sempat tergusur ke posisi kelima selepas start, pebalap asal Spanyol berusia 22 tahun itu mampu menyodok ke posisi depan. Vinales menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 38 menit 59,999 detik.

Kemenangan ini membuat mantan pebalap Suzuki itu menatap optimis balapan MotoGP seri berikutnya di Argentina. Kemampuan Vinales kembali diuji pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 9 April 2017.

"Saya merasa lebih lepas. Setelah mendominasi tes pramusim dan tiba di sini dengan mental untuk menang, saya mendapatkan tekanan untuk menang, dan akhirnya mampu mewujudkannya, saya sangat puas. Saya sangat termotivasi untuk pergi ke Argentina," kata Maverick Vinales.
0 komentar

Marcus/Kevin Wakili Indonesia pada Final All England 2017

BIRMINGHAM, JUARA.net - Pasangan ganda putra nasional, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan mewakili Indonesia pada babak final All England 2017. Marcus/Kevin meraih tiket ke final setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di Barclaycard Arena, Birmingham, Sabtu (11/3/2017).

Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam sembilan menit itu, Marcus/Kevin meraih kemenangan rubber game (19-21, 21-13, 21-17). Kedua pasangan menampilkan permainan menarik sepanjang gim pertama. Mereka sama-sama tampil apik dan saling kejar dalam pengumpulan poin. Marcus/Kevin sempat memetik keunggulan 10-7 atas Conrad-Peterson/Kolding. 

Namun, keadaan berubah pasca-interval. Conrad-Petersen/Kolding memberikan perlawanan sengit. Kondisi itu memaksa pasangan Indonesia menelan kekalahan pada gim pertama. Kekalahan pada gim pertama seolah memberikan suntikan motivasi bagi Marcus/Kevin. 

Kedua pemain mencoba bangkit pada gim kedua. Sempat tertinggal 0-4, Marcus/Kevin kemudian tampil impresif pasca-interval. Mereka berhasil memaksakan rubber game. Pada gim ketiga, pertandingan berjalan menegangkan. 

Kedua pasangan bermain ngotot untuk meraih tiket ke partai pamungkas. Sepanjang pertandingan gim ketiga, perbedaan poin di antara kedua pasangan selalu tipis. Meski demikian, Marcus/Kevin memiliki konsentrasi yang lebih baik. Menjelang akhir gim ketiga, mereka sukses melancarkan penetrasi dan menuntaskan laga untuk mendapatkan kemenangan.

Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/3/2017), Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan unggulan keenam asal China, Li Junhui/Liu Yuchen.

Li/Liu melangkah ke babak final setelah menaklukkan rekan senegara, Liu Cheng/Zhang Nan, dengan 21-18, 21-14. 

Sumber : http://www.juara.net/read/raket/bulu-tangkis/171593-marcuskevin.wakili.indonesia.pada.final.all.england.2017
0 komentar

Juara Australia Terbuka 2017, Federer Ingin Berbagi Gelar dengan Nadal

JawaPos.com - Drama menegangkan tersaji di Rod Laver Arena, pada Minggu (29/1). Mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer, menang atas seteru abadinya, Rafael Nadal, lewat pertarungan sengit lima set 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3, demi merebut gelar kelima di Australia Terbuka sekaligus titel Grand Slam yang ke-18 selama kariernya.

Raut gembira terpancar dari wajah petenis Swiss berusia 35 tahun tersebut usai duel klasik dengan teman sekaligus rivalnya. Bagaimana tidak, sudah lama Federer menantikan bisa menghapus dahaga meraih titel Australia Terbuka sejak terakhir meraihnya pada 2010 silam. Sementara, terakhir kali dia menjuarai seri Grand Slam adalah pada 2012 kala memenangi Wimbledon.

"Saya sulit berkata-kata. Saya ucapkan selamat kepada Rafa untuk comeback luar biasa. Saya rasa di antara kami tak ada yang mengira bisa tampil di final beberapa bulan lalu. Namun, kami berdiri di sini.

Federer, yang akan naik ke ranking 10 dunia berkat gelar ini, mampu meraih kemenangan perdana atas Nadal dari empat pertemuan di Australia Terbuka. Ini juga menjadi kemenangan ketiganya di final Grand Slam dari 9 pertemuan melawan petenis Spanyol itu.

Selain itu, kemenangan juga memutus rentetan enam kekalahan beruntun Federer atas Nadal di pertandingan Grand Slam. Sebelumnya, Federer terakhir kali menang atas rival abadinya itu pada final Wimbledon 2007.

Sebuah penghapus dahaga yang memang layak dirayakan Federer dengan sukacita. Kini, dia menyandang status sebagai orang pertama yang mampu memenangi lima gelar atau lebih dalam tiga seri Grand Slam.

Meski begitu, sikap rendah hati Federer tetap tak memudar. Bahkan, dia tetap memuji Nadal di tengah euforia juara yang baru direngkuhnya. "Tenis olahraga sulit, tak ada hasil imbang. Tapi jika memungkinkan, saya akan senang berbagi gelar dengan Rafa (Nadal, Red) pada malam ini," ucap Federer jelang acara penyerahan trofi Norman Brookes Challenge Cup.

"Perlahan saya akan meredup. Karenanya, kemenangan ini menjadi milestone dalam karier saya," imbuh petenis kelahiran Basel, Swiss, pada 8 Agustus 1981 ini.

Di balik rivalitas yang kental selama bertahun-tahun sejak 2004, Federer dan Nadal memang saling menjunjung tinggi rasa hormat satu sama lain. Dengan usia yang lebih tua lima tahun, Federer berharap Nadal masih meneruskan kiprahnya di pentas tenis dunia. Sebuah indikasi bahwa Federer sudah mulai mempersiapkan masa pensiun dalam aktu dekat.

"Tolong tetaplah bermain Rafa. Tenis membutuhkanmu. Tetaplah melakukan apa yang perlu kamu lakukan," harap Federer.

Nadal sendiri menyambut tantangan Federer dengan mengisyaratkan masih akan terus berjuang meraih gelar demi gelar. "Pertandingan hebat. Saya menikmatinya. Saya bertarung demi merebut trofi. Tapi mungkin Roger sedikit lebih pantas (menjadi juara) ketimbang saya. Saya hanya perlu terus berusaha ke depannya," bilang petenis Spanyol berusia 30 tahun itu. (ira/JPG)

Sumber : 
http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105832/juara-australia-terbuka-2017-federer-ingin-berbagi-gelar-dengan-nadal
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SANG JUARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger