LONDON-
Momen kebangkitan menjadi misi Chelsea ketika menjamu AS Roma pada laga
ketiga Liga Champions Grup C di Stamford Bridge, London, Kamis (19/10)
dini hari WIB.
The Blues memang sudah mengantongi dua kemenangan di Champions League. Namun, langkah Si Biru di Liga Primer Inggris tidak mulus. Akhir pekan lalu, Gary Cahill dan kawan-kawan dibekuk juru kunci Crystal Palace. Absennya gelandang bertahan N'Golo Kante berdampak buruk pada kinerja barisan pertahanan. Tiemoue Bakayoko yang diplot sebagai pengganti Kante belum tampil sesuai harapan manajer Antonio Conte.
Chelsea kian pincang selepas cedera yang menimpa Victor Moses. Tanpa Moses, yang biasa bermain sebagai gelandang kanan, Conte harus menurunkan David Zappacosta. Namun, klub London ini mendapat kabar bagus dengan kembalinya striker Alvaro Morata dari cedera. Kehadiran Morata jelas akan memperkuat daya gempur di lini depan. Conte mengakui timnya kesulitan bermain di kompetisi domestik dan Eropa. Musim lalu hal itu tidak mereka hadapi.
150 Persen
”Musim ini bakal sangat sulit bagi kami. Karena itu, kami harus memberikan 150 persen. Seratus persen tak akan cukup. Saya memiliki para pemain yang punya kemauan besar dalam bekerja dan berjuang,” ungkap Conte. Pelatih berkebangsaan Italia ini yakin Cahill dan kawan-kawan bisa menemukan kekuatan untuk bangkit. Kembalinya Morata juga membuatnya gembira.
”Saat beberapa pemain Anda cedera, Anda berada dalam masalah,” tegasnya. Bagaimana dengan Roma? Giallorossi menuju markas The Blues dengan bekal memprihatinkan. Klub ibu kota Italia itu kalah 0-1 dari Napoli dalam lanjutan Seri A. Pasukan Serigala tampil bagus saat dipermalukan Napoli. Eusebio Di Francesco, allenatore Roma, bertekad meraih hasil positif pada matchday 3.
Di Francesco akan mengusung skema 4-3-3. Target manmengandalkan Edin Dzeko yang diapit Diego Perotti dan Alessandro Florenzi. ''Kami harus tampil di lapangan dengan karakteristik dan gagasan permainan kami sendiri,” tutur Di Francesco.(afp,goal. com, A7-16)
Sumber : Suara Merdeka Cetak, 18 Oktober 2017
Link :http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/9367/MOMEN-KEBANGKITAN
The Blues memang sudah mengantongi dua kemenangan di Champions League. Namun, langkah Si Biru di Liga Primer Inggris tidak mulus. Akhir pekan lalu, Gary Cahill dan kawan-kawan dibekuk juru kunci Crystal Palace. Absennya gelandang bertahan N'Golo Kante berdampak buruk pada kinerja barisan pertahanan. Tiemoue Bakayoko yang diplot sebagai pengganti Kante belum tampil sesuai harapan manajer Antonio Conte.
Chelsea kian pincang selepas cedera yang menimpa Victor Moses. Tanpa Moses, yang biasa bermain sebagai gelandang kanan, Conte harus menurunkan David Zappacosta. Namun, klub London ini mendapat kabar bagus dengan kembalinya striker Alvaro Morata dari cedera. Kehadiran Morata jelas akan memperkuat daya gempur di lini depan. Conte mengakui timnya kesulitan bermain di kompetisi domestik dan Eropa. Musim lalu hal itu tidak mereka hadapi.
150 Persen
”Musim ini bakal sangat sulit bagi kami. Karena itu, kami harus memberikan 150 persen. Seratus persen tak akan cukup. Saya memiliki para pemain yang punya kemauan besar dalam bekerja dan berjuang,” ungkap Conte. Pelatih berkebangsaan Italia ini yakin Cahill dan kawan-kawan bisa menemukan kekuatan untuk bangkit. Kembalinya Morata juga membuatnya gembira.
”Saat beberapa pemain Anda cedera, Anda berada dalam masalah,” tegasnya. Bagaimana dengan Roma? Giallorossi menuju markas The Blues dengan bekal memprihatinkan. Klub ibu kota Italia itu kalah 0-1 dari Napoli dalam lanjutan Seri A. Pasukan Serigala tampil bagus saat dipermalukan Napoli. Eusebio Di Francesco, allenatore Roma, bertekad meraih hasil positif pada matchday 3.
Di Francesco akan mengusung skema 4-3-3. Target manmengandalkan Edin Dzeko yang diapit Diego Perotti dan Alessandro Florenzi. ''Kami harus tampil di lapangan dengan karakteristik dan gagasan permainan kami sendiri,” tutur Di Francesco.(afp,goal. com, A7-16)
Sumber : Suara Merdeka Cetak, 18 Oktober 2017
Link :http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/9367/MOMEN-KEBANGKITAN

Posting Komentar