Featured Post Today
print this page
Latest Post

Nico Rosberg Juara Dunia F1 2016

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Pembalap tim Mercedes, Nico Rosberg menjadi juara dunia Formula One (F1) musim balap 2016. Raihan gelar juara dunia dipastikan pembalap asal Jerman setelah finis kedua pada balapan di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Ahad (27/11). Rekan setim Rosberg, Lewis Hamilton berada di posisi kedua klasemen pembalap F1 meski berhasil finis tercepat pada balapan malam ini. Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel meraih podium ketiga.

Start dari posisi kedua di belakang Hamilton, Rosberg hanya membutuhkan finis di posisi tiga besar untuk mempertahankan posisi puncak klasemen pembalap F1. Hamilton yang memimpin sejak awal balapan telah mengeluarkan segala kemampuannya dalam balapan kali ini. Namun, konsistensi Rosberg untuk mempertahankan posisi kedua dan finis hanya 1,6 detik di belakang Hamilton membuatnya menjadi juara dunia F1 tahun ini.

Ini adalah gelar juara dunia pertama bagi Rosberg. Ia menjadi pembalap Jerman ketiga setelah Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang berhasil menjadi juara dunia F1. Pada 1982, ayah Rosberg, Kek Rosberg juga pernah menjadi juara dunia F1 pada 1982.

Sumber : Reuters

http://www.republika.co.id/berita/olahraga/pit-stop/16/11/27/ohb384409-nico-rosberg-juara-dunia-f1-2016
0 komentar

Juara GP Valencia, Jorge Lorenzo Beri Kado Perpisahan

Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo menepati janjinya untuk memberikan raihan terbaik dalam balapan terakhirnya bersama Movistar Yamaha. Memulai dari posisi pole, Lorenzo dengan nyaman memimpin balapan hingga garis finis dan akhirnya memenangi GP Valencia, Minggu (13/11).

Pebalap Repsol Honda dan sekaligus juara dunia 2016, Marc Marquez, berada di podium dua sementara Andrea Iannone di podium tiga.

Iannone yang musim depan akan menjadi pebalap Suzuki juga memberikan kado perpisahan berupa balapan yang brilian dan podium bagi Ducati. Seusai balapan, Iannone pun berkaca-kaca, dan mengatakan bahwa balapan itu sangat sukar terutama dalam kondisinya yang belum sepenuhnya pulih dari cedera parah.

Rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, berada di tempat keempat. Rossi sempat terlibat pertarungan yang ketat di berbagai putaran dengan Iannone. Di dua putaran jelang garis finis, Rossi juga sempat kembali menyalip Iannone sebelum tempatnya kembali diambil alih oleh kompatriotnya.

Calon rekan setim Rossi, Maverick Vinales, sempat berada di tempat ketiga di awal balapan, tapi pada akhirnya menduduki tempat kelima.

Balapan yang brilian juga ditunjukkan oleh Marc Marquez. Sempat mengalami masalah pada start dan kemudian tercecer ke posisi lima, Marquez berhasil mengambil alih posisi dua dari tangan Iannone di putaran ke-20.

Marquez terbantu oleh strategi pemilihan ban tipe keras. Ketika bannya telah dipanaskan selama setengah balapan, Marquez mendapatkan kecepatan yang bagus dan langsung unggul jauh usai menyalip Iannone.

Marquez sempat memperkecil selisih dengan Lorenzo, tapi pada akhirnya keunggulan Lorenzo terlalu jauh untuk dikekjar.

Susunan lima besar GP Valencia:
1. Jorge Lorenzo
2. Marc Marquez
3. Andrea Iannone
4. Valentino Rossi
5. Maverick Vinales (vws)
0 komentar

Dovizioso Juara di Sepang, Rossi Jadi Runner-up Musim Ini

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Ducati asal Italia, Andrea Dovizioso, berhasil memenangi balapan MotoGP di Sirkuit Sepang, Minggu siang. Kesuksesan dia sekaligus membuat MotoGP musim ini mencetak sejarah baru dengan menghadirkan sembilan juara berbeda.

Balapan ini sudah sedikit kehilangan gregetnya karena gelar juara dunia sudah direbut Marc Marquez. Dalam lomba ini, Marquez gagal finis di 10 besar karena terjatuh. Ia melorot ke urutan ke-15 setelah terjaduh dan akhirnya hanya finis di urutan 11. Selain Marquez, dua pembalap juga sempat terjatuh, yakni Cal Crutchlow, juara seri sebelumnya, serta Andrea Iannone.

Dovizioso akhirnya bisa finis terdepan setelah menyalip Valentino Rossi di lap ke-14. Rossi sendiri finis di urutan kedua, disusul Joege Lorenzo.

Keberhasilan finis kedua di Sepang memastikan Rossi jadi runner-up musim ini, dengan nilai 236, atau terpaut 42 dari Marquez. Dengan satu seri tersisa, nilai Rossi tak mungkin lagi dikejar oleh Lorenzo yang tertinggal 28 poin.

Dovizioso naik ke posisi kelima klasemen dengan 162 poin, menggeser Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow.

Hasil GP Malaysia1. Andrea Dovizioso    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    42m    27.333s  
2. Valentino Rossi    ITA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    42m    30.448s  
3. Jorge Lorenzo    ESP    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    42m    39.257s  
4. Hector Barbera    ESP    Ducati Team (Desmosedici GP)    42m    47.249s  
5. Loris Baz    FRA    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    42m    48.686s  
6. Maverick Viñales    ESP    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    42m    50.265s  
7. Alvaro Bautista    ESP    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    42m    53.162s  
8. Jack Miller    AUS    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)    43m    0.079s  
9. Pol Espargaro    ESP    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    43m    1.037s  
10. Danilo Petrucci    ITA    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    43m    1.613s  
11. Marc Marquez    ESP    Repsol Honda Team (RC213V)    43m    3.813s  
12. Eugene Laverty    IRL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    43m    3.971s  
13. Aleix Espargaro    ESP    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    43m    4.230s  
14. Bradley Smith    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    43m    12.942s  
15. Scott Redding    GBR    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    43m    17.112s  
16. Hiroshi Aoyama    JPN    Repsol Honda Team (RC213V)    43m    19.998s  
17. Stefan Bradl    GER    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    43m    20.117s  
18. Tito Rabat    ESP    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)*    43m    22.224s  
Andrea Iannone    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    gagal finis   
Cal Crutchlow    GBR    LCR Honda (RC213V)    gagal finis   
Yonny Hernandez    COL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    gagal finis

Klasemen pembalap  
1. Marc Marquez    SPA    Repsol Honda Team (RC213V)    278    poin  
2. Valentino Rossi    ITA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    236    poin    (-42)
3. Jorge Lorenzo    SPA    Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    208    poin    (-70)
4. Maverick Viñales    SPA    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    191    poin    (-87)
5. Andrea Dovizioso    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    162    poin    (-116)
6. Dani Pedrosa    SPA    Repsol Honda Team (RC213V)    155    poin    (-123)
7. Cal Crutchlow    GBR    LCR Honda (RC213V)    141    poin    (-137)
8. Pol Espargaro    SPA    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    124    poin    (-154)
9. Hector Barbera    SPA    Ducati Team (Desmosedici GP)    97    poin    (-181)
10. Andrea Iannone    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    96    poin    (-182)
11. Aleix Espargaro    SPA    Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    85    poin    (-193)
12. Eugene Laverty    IRL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    77    poin    (-201)
13. Alvaro Bautista    SPA    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    76    poin    (-202)
14. Scott Redding    GBR    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    72    poin    (-206)
15. Danilo Petrucci    ITA    Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)    71    poin    (-207)
16. Stefan Bradl    GER    Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    60    poin    (-218)
17. Jack Miller    AUS    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)    56    poin    (-222)
18. Bradley Smith    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    55    poin    (-223)
19. Michele Pirro    ITA    Ducati Team (Desmosedici GP)    36    poin    (-242)
20. Loris Baz    FRA    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    35    poin    (-243)
21. Tito Rabat    SPA    Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)*    29    poin    (-249)
22. Yonny Hernandez    COL    Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)    20    poin    (-258)
23. Katsuyuki Nakasuga    JPN    Yamalube Yamaha Factory Racing (YZR-M1)    5    poin    (-273)
24. Alex Lowes    GBR    Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    3    poin    (-275)
25. Hiroshi Aoyama    JPN    Repsol Honda Team (RC213V)    1    poin    (-277)
26. Nicky Hayden    USA    Repsol Honda Team (RC213V)    1    poin    (-277)
27. Mike Jones    AUS    Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)    1    poin    (-277)

Sumber :
https://otomotif.tempo.co/read/news/2016/10/30/102816241/dovizioso-juara-di-sepang-rossi-jadi-runner-up-musim-ini
0 komentar

Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2016

MOTEGI,(PR).- Meski masih menyisakan tiga seri lagi (Australia,Malaysia,Valencia), gelar juara dunia MotoGP 2016 menjadi milik pembalap Spanyol Marc Marquez (23) dari tim Repsol Honda setelah memenangi seri XV MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi Minggu, 15 Oktober 2016.

Dengan perolehan total 273 poin, Marquez juara dunia 2 kali MotoGP tak mungkin lagi terlewati raihan poinya oleh dua pesaing terdekatnya dari tim Movistar Yamaha, Valentiono Rossi (Italia) dan Jorge Lorenzo (Spanyol) karena keduanya secara dramatis tak mencapai finis di Motegi akibat terjatuh , akibatnya Rossi terpaku di urutan kedua klasemen dengan 196 poin (defisit 77 poin) dan Lorenzo ketiga 182 poin (- 91), keempat Maveric Vinales (Suzuki/Spanyol) 165 dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang tak bisa berlomba akibat cedera patah tulang selangka pundak kanan sewaktu latihan berada di urutan kelima (155).

Gelar juara dunia MotoGP 2016 yang ketiga kalinya bagi Marquez (2013,2014 , 2016) menjadi sempurna bagi tim Repsol Honda karena diraih di kandang Honda Motor Co., Ltd selaku pemilik sirkuit Twin Ring Motegi. Sedangkan bagi Marquez, gelar juara dunia MotoGP 2016 selain merupakan gelar ketiganya di kelas paling bergengsi ini menjadikan koleksi gelar juara dunia sepanjang karirnya di arena Grand Prix Motor menjadi lima kali yaitu sekali di kelas 125cc (sekarang Moto3) 2010, sekali di Moto2 (2012) dan tiga kali di MotoGP (2013,2014,2016). Marquez juga mencatat sejarah sebagai pembalap termuda yang meraih gelar juara dunia MotoGP 3 kali pada usia 23 tahun.

“Ini adalah sukses ketiga kalinya saya menjadi juara dunia MotoGP setelah tahun lalu gagal. Saya belajar banyak dari kesalahan demi kesalahan yang saya lakukan di musim 2015 dimana saya terlalu bernafsu untuk memenangi setiap seri GP sehinggga sering terjatuh berakibat tak finis dan kehilangan banyak poin dan memupus peluang menjadi juara dunia,” tutur Marquez pada jumpa pers.

“Tahun ini saya lebih fokus mengincar gelar juara dunia dan tak terlalu mengejar kemenangan di setiap seri, yang penting finis dan tidk perlu terlalu ngotot pada lomba yang saya jalani. Hasilnya saya bisa lebih konsisten selalu finis dengan pengumpulan poin pada setiap seri, hanya sekali terjatuh dan dengan 6 kemenangan seri musim ini, gelar juara dunia bisa saya rebut kembali,” tegasnya

Jalanya lomba MotoGP Jepang sepanjanmg 24 lap berlangsung seru sejak awal, dimana Rossi (Movistar Yamaha) yang start dari “pole position” terlibat persaingan ketat melawan rekan setimnya Jorge Lorenzo (start dari grid ketiga) dan Marquez (Repsol Honda) di grid kedua. Rossi setelah lap kesatu memimpin terdepan namun Marquez mampu melewatinya, dikuti Lorenzo sehingga Rossi berada di urutan ketiga. Namun setelah enam lap dilalui Rossi mampu menyusul Lorenzo dan berupaya mengejar Marquez yang terus melaju terdepan. Upaya ngotot Rossi berakibat petaka di pertengahan lomba, ia secarta dramatis tergelincir dan karena motornya mengalami kerusakan di bagian stang, Rossi harus masuk paddock tidak bisa melanjutkan lomba, posisi kedua kemudian ditempati Lorenzo dan keempat Andrea Dovizioso (Ducati).

Posisi Marquez yang terus melaju kencang terdepan tak bisa didekati Lorenzo yang semakin tertinggal, sementara Dovizioso terus semakin mendekati Lorenzo. Merasa posisi keduanya terancam oleh Dovizioso, terpaksa Lorenzo memacu motornya semaksimal mungkin dan drama berikutnya terjadi, Lorenzo tergelincir enam lap jelang finis dan posisi kedua menjadi milik Dovizioso sementara Marquez yang mengetahui kedua pesaing utamanya, Rossi dan Lorenzo terjatuh, berlomba taktis tidak memforsir motornya dan menyentuh finis terdepan dengan waktu 43 menit 34,610 detik, kedua Andrea Dovizioso (Ducati) terput 2,292 detik dan ketiga Maverick Vinales (Suzuki) + 4,104 detik. Seri XVI berikutnya GP Australia di sirkuit Phillip Island Minggu, 23 Oktober 2016.***

http://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2016/10/16/marc-marquez-juara-dunia-motogp-2016-382373
0 komentar

Inilah 3 Hal yang Membuat Praveen/Debby Juara All England

TEMPO.CO, Jakarta - Kejutan itu datang dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan yang tak diunggulkan itu berhasil menyelamatkan pamor bulutangkit Indonesia. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam final berhasil menjuarai All England 2016. Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menekuk pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.

Apa kunci kemenangan Praveen dan Debby?

Pertama, mereka tampil tenang dan mendikte permainan. Meski peringkat Praven/Debby lebih rendah, yakni peringkat 8, dibanding peringkat Fischer dan Pedersen (peringkat 6), di babak awal mereka langsung memberi jarak nilai yang signifikan 4-1.

Babak pertama diawali dengan baik oleh Praveen/Debby. Skor pertama diperoleh dari smash Praveen yang tak bisa dibalas oleh pasangan Fischer/Pedersen. Sejak awal pertandingan kedua pasangan terlihat imbang.

Kedua, Praveen dan Debby memang pernah mengalahkan Fischer dan Pedersen. Tahun lalu di Dubai Praveen dan Debby menang dua set langsung. Itu yang membuat tim Denmark agak frogi di awal pertandingan.

Ketiga, pendukung atau supporter Indonesia yang terus memberi semangat sepanjang waktu. Wartawan TV resmi All England secara resmi menjuluki suporter Indonesia adalah suporter yang sangat ribut. Tapi, apa kata Debby? "Para supporter itu terus memberi semangat kami. Kami tak akan menang tanpa dukungan mereka," ujar Debby.

Jadi, saat di babak kedua, pasangan Denmark terus menekan dengan lebih agresif, Permainan Praveen dan Debby sempat tak berkembang. Smash terlihat lebih banyak dilayangkan oleh keduanya. Susul menyusul skor pun lebih sengit pada babak kedua. Pasangan Denmark beberapa kali bisa mengimbangi skor Praveen/Debby.

Berkat dukungan para penonton, Praveen dan Debby lepas dari tekanan tim Dendmark. Mereka tetap agresif. Fischer sempat dibuat jatuh tengkurap hingga tak bisa membalas pukulan Debby. Pertandingan ditutup Debby dengan smash ke arah tengah yang tak bisa dibalas oleh pasangan Denmark. "Berkat dukungan para suporter, kami seperti bermain di negeri kami sendiri. Itu yang membuat kami menjadi juara," kata Debby lagi.

Praveen/Debby memberi dua kejutan sekaligus dalam All England 2016. Untuk melaju ke final, mereka berdua berhasil menekuk jagoan-jagoan yang dimiliki Cina. Pada babak semifinal, mereka mengalahkan pasangan Cina yang menjadi juara All England tahun lalu Zhao Yunlei/Zhang Nan. Zhao/Zhan adalah pasangan dengan peringkat pertama di dunia. 

sumber : m.tempo.co
0 komentar

Juara All England Modal Praveen/Debby ke Olimpiade

TEMPO.CO, Birmingham - Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto mencetak sejarah dengan meraih gelar juara All England 2016 untuk kali pertama. Ini menjadi gelar satu-satunya yang didapat pemain Indonesia di turnamen ini.

Praveen/Debby berhasil menaklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di final, dengan skor 21-12 dan 21-17. Kemenangan ini membuat memperkecil rekor kekalahan mereka atas pasangan Denmark itu menjadi 4-6.

Sejak pertarungan baru dimulai, Praveen/Debby bermain agresif dan langsung memberikan tekanan kepada pasangan Denmark peringkat kelima dunia itu. Strategi itu terbukti ampuh. Nielsen/Pedersen tak mampu mengembangkan permainannya.

Di game kedua, pertarung semakin ketat. Nielsen/Pedersen berusaha memberikan tekanan. Tetapi, mereka untuk memaksakan rubber game tak berhasil. Praveen/Debby menutup pertandingan pada menit ke-43.

Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final. Mereka membuat kejutan dengan mengalahkan dua pemain unggulan dari Cina secara berurutan.

Di perempat final, mereka menaklukkan unggulan ketiga Liu Cheng/Bao Yixin dengan skor 21-14 dan 23-21. Setelah itu, mereka menyingkirkan unggulan pertama yang tahun lalu menjadi juara All England, Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-19 dan 21-16.

Prestasi di All England ini bisa menjadi modal bagi Praveen/Debby sebelum tampil di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 5-21 Agustus 2016. 

Sumber : m.tempo.co
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SANG JUARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger