JawaPos.com -
Drama menegangkan tersaji di Rod Laver Arena, pada Minggu (29/1).
Mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer, menang atas seteru
abadinya, Rafael Nadal, lewat pertarungan sengit lima set 6-4 3-6 6-1
3-6 6-3, demi merebut gelar kelima di Australia Terbuka sekaligus titel
Grand Slam yang ke-18 selama kariernya.
Raut gembira terpancar dari wajah petenis Swiss berusia 35 tahun
tersebut usai duel klasik dengan teman sekaligus rivalnya. Bagaimana
tidak, sudah lama Federer menantikan bisa menghapus dahaga meraih titel
Australia Terbuka sejak terakhir meraihnya pada 2010 silam. Sementara,
terakhir kali dia menjuarai seri Grand Slam adalah pada 2012 kala
memenangi Wimbledon.
"Saya sulit berkata-kata. Saya ucapkan selamat kepada Rafa untuk comeback
luar biasa. Saya rasa di antara kami tak ada yang mengira bisa tampil
di final beberapa bulan lalu. Namun, kami berdiri di sini.
Federer, yang akan naik ke ranking 10 dunia berkat gelar ini, mampu
meraih kemenangan perdana atas Nadal dari empat pertemuan di Australia
Terbuka. Ini juga menjadi kemenangan ketiganya di final Grand Slam dari 9
pertemuan melawan petenis Spanyol itu.
Selain itu, kemenangan juga memutus rentetan enam kekalahan beruntun Federer atas Nadal di pertandingan Grand Slam. Sebelumnya, Federer terakhir kali menang atas rival abadinya itu pada final Wimbledon 2007.
Sebuah penghapus dahaga yang memang layak dirayakan Federer dengan sukacita. Kini, dia menyandang status sebagai orang pertama yang mampu memenangi lima gelar atau lebih dalam tiga seri Grand Slam.
Meski begitu, sikap rendah hati Federer tetap tak memudar. Bahkan, dia tetap memuji Nadal di tengah euforia juara yang baru direngkuhnya. "Tenis olahraga sulit, tak ada hasil imbang. Tapi jika memungkinkan, saya akan senang berbagi gelar dengan Rafa (Nadal, Red) pada malam ini," ucap Federer jelang acara penyerahan trofi Norman Brookes Challenge Cup.
"Perlahan saya akan meredup. Karenanya, kemenangan ini menjadi milestone dalam karier saya," imbuh petenis kelahiran Basel, Swiss, pada 8 Agustus 1981 ini.
Di balik rivalitas yang kental selama bertahun-tahun sejak 2004, Federer dan Nadal memang saling menjunjung tinggi rasa hormat satu sama lain. Dengan usia yang lebih tua lima tahun, Federer berharap Nadal masih meneruskan kiprahnya di pentas tenis dunia. Sebuah indikasi bahwa Federer sudah mulai mempersiapkan masa pensiun dalam aktu dekat.
"Tolong tetaplah bermain Rafa. Tenis membutuhkanmu. Tetaplah melakukan apa yang perlu kamu lakukan," harap Federer.
Nadal sendiri menyambut tantangan Federer dengan mengisyaratkan masih akan terus berjuang meraih gelar demi gelar. "Pertandingan hebat. Saya menikmatinya. Saya bertarung demi merebut trofi. Tapi mungkin Roger sedikit lebih pantas (menjadi juara) ketimbang saya. Saya hanya perlu terus berusaha ke depannya," bilang petenis Spanyol berusia 30 tahun itu. (ira/JPG)
Sumber :
Selain itu, kemenangan juga memutus rentetan enam kekalahan beruntun Federer atas Nadal di pertandingan Grand Slam. Sebelumnya, Federer terakhir kali menang atas rival abadinya itu pada final Wimbledon 2007.
Sebuah penghapus dahaga yang memang layak dirayakan Federer dengan sukacita. Kini, dia menyandang status sebagai orang pertama yang mampu memenangi lima gelar atau lebih dalam tiga seri Grand Slam.
Meski begitu, sikap rendah hati Federer tetap tak memudar. Bahkan, dia tetap memuji Nadal di tengah euforia juara yang baru direngkuhnya. "Tenis olahraga sulit, tak ada hasil imbang. Tapi jika memungkinkan, saya akan senang berbagi gelar dengan Rafa (Nadal, Red) pada malam ini," ucap Federer jelang acara penyerahan trofi Norman Brookes Challenge Cup.
"Perlahan saya akan meredup. Karenanya, kemenangan ini menjadi milestone dalam karier saya," imbuh petenis kelahiran Basel, Swiss, pada 8 Agustus 1981 ini.
Di balik rivalitas yang kental selama bertahun-tahun sejak 2004, Federer dan Nadal memang saling menjunjung tinggi rasa hormat satu sama lain. Dengan usia yang lebih tua lima tahun, Federer berharap Nadal masih meneruskan kiprahnya di pentas tenis dunia. Sebuah indikasi bahwa Federer sudah mulai mempersiapkan masa pensiun dalam aktu dekat.
"Tolong tetaplah bermain Rafa. Tenis membutuhkanmu. Tetaplah melakukan apa yang perlu kamu lakukan," harap Federer.
Nadal sendiri menyambut tantangan Federer dengan mengisyaratkan masih akan terus berjuang meraih gelar demi gelar. "Pertandingan hebat. Saya menikmatinya. Saya bertarung demi merebut trofi. Tapi mungkin Roger sedikit lebih pantas (menjadi juara) ketimbang saya. Saya hanya perlu terus berusaha ke depannya," bilang petenis Spanyol berusia 30 tahun itu. (ira/JPG)
Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105832/juara-australia-terbuka-2017-federer-ingin-berbagi-gelar-dengan-nadal

